Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Tampilkan postingan dengan label DUNIA ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA ISLAM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 April 2014

... SEBUAH KISAH HIKMAH, .. DO'A SEORANG PEMBURU ....



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Suatu pagi, seorang laki-laki pergi hendak berburu mencari rezeki yang halal. Namun, sampai hampir malam, ia belum mendapatkan satu pun binatang buruan. la lalu berdoa sepenuh hati, "Ya Allah, anak-anakku menunggu kelaparan di rumah, berilah aku seekor binatang buruan."

Tidak lama setelah doanya selesai ia panjatkan, Allah memberikannya rezeki: jala yang dibawa pemburu itu mengenai seekor ikan yang sangat besar. la pun bersyukur kepada Allah dan pulang ke rumah dengan penuh bahagia.

Di tengah perjalanan pulang, ia bertemu dengan kelompok raja yang hendak berburu juga. Raja heran dan takjub luar biasa begitu melihat ikan sebegitu besar yang dibawa pemburu itu. Lalu, ia menyuruh pengawal untuk mengambil ikan itu secara paksa dari tangan sang Pemburu.

Dibawanya ikan itu pulang dengan bahagia. Ketika sampai di istana, ia keluarkan ikan itu dan bolak-balik sambil tertawa ria, tiba-tiba, ikan itu mengigit jarinya dan mengakibatkan badannya jadi panas dingin sehingga malam itu Raja tidak dapat tidur.

Dihadirkanlah seluruh dokter untuk mengobati sakitnya. Semua dokter menyarankan agar jarinya itu dipotong untuk rnenghindari tersebarnya racun ke anggota badan lainnya. Raja pun menyetujui nasihat mereka. Namun, setelah jarinya dipotong, ia tetap tidak dapat istirahat karena ternyata racun itu telah menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Para dokter pun menyarankan agar pergelangan tangan raja dipotong dan Raja pun menyetujuinya. Namun, setelah pergelangan tangannya dipotong, tetap saja Raja tidak dapat memejamkan matanya, bahkan rasa sakitnya makin bertambah. la berteriak dan meringis dengan keras karena racun itu telah merasuk dan menyebar ke anggota tubuh lainnya.

Seluruh dokter akhirnya menyarankan agar tangan Raja sampai siku dipotong, Raja pun menyetujuinya. Setelah lengannya dipotong, sakit jasmaninya kini telah hilang, tetapi diri dan jiwanya tetap belum tenang. Semua dokter akhirnya menyarankan, agar Raja dibawa ke seorang dokter jiwa (ahli hikmah).

Dibawalah sang Raja menemui seorang dokter jiwa dan diceritakan seluruh kejadian seputar ikan yang ia rebut dari pemburu itu.

Mendengar itu, ahli hikmah berkata, "Jiwa Tuan tetap tidak akan tenang selamanya sampai pemburu itu memaafkan dosa dan kesalahan yang telah Tuan perbuat."
Dicarinya pemburu itu dan setelah didapatkan, Raja menceritakan kejadian yang dialaminya dan ia memohon agar si Pemburu itu memaafkan semua kesalahannya. Si Pemburu pun memaafkannya dan keduanya saling berjabat tangan.

Sang Raja penasaran ingin mengetahui apa yang dikatakan si Pemburu ketika Raja mengambil paksa ikannya. la bertanya, "Wahai pemburu, apa yang kaukatakan ketika prajuritku merampas ikanmu itu?"

Pemburu itu menjawab, "Tidak ada kecuali aku hanya mengatakan, 'Ya Allah, sesungguhnya dia telah menampakkan kekuatannya kepadaku, perlihatkanlah kekuatan-Mu kepadanya!"'

Sungguh, doa orang teraniaya sangat mustajab maka berhati-hatilah dalam bertindak.

Wallahu’alam bishshawab, ..
#Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

~ o ~

Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....

Kamis, 03 Maret 2011

DATA DIRI IBLIS!!


Bismillah..

Sudah kita ketahui siapa itu iblis, dan disini kami akan menjabarkan tentang data diri iblis secara singkat. Sehingga diharapkan keterangan ini dapat menjadikan diri-diri kita semakin waspada atas tipu daya iblis.
  1. Nama : Iblis
  2. Kedudukan : Pemimpin tertinggi syetan jin dan syetan manusia.
  3. Gelar : Laknatullahi'alaihi (semoga Allah melaknatnya)
  4. Lahir :Sebelum Diciptakan nabi Adam alaihi wasalam
    "Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud" (lihat QS.Al-A'raf:11)
  5. Tempat tinggal :Tempat-tempat yang kotor, WC, dan rumah-rumah manusia yang terdapat gambar & patung, serta rumah yang tidak disebutkan Nama Allah Azza Wajalla ketika orang memasukinya.
    “Apabila salah satu di antara kamu bangun dari tidur hendaknya berwudhu dan mengeluarkan air hidung tiga kali karena sesungguhnya syetan bermalam di lubang hidungnya.” (HR. Muslim 1/146).


    “Sesungguh syetan itu berjalan di dlm diri anak Adam melalui aliran darah.”


    Jabir bin Abdillah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila sudah lewat beberapa saat dari tenggelamnya matahari, maka boleh kamu lepaskan anak-anakmu dan tutuplah pintu rumah dan bacalah basmalah, karena syetan tidak bisa membuka rumah yang tertutup.” (HR. Bukhari 7/145)

    Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : (Sesungguhnya kami para) Malikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar” (HR Bukhari & Muslim, dengan lafadz Muslim). Dalam riwayat Ibnu Umar “(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar.”.


    Dari Zaid bin Khalid dari Abi Talhah secara marfu’: “Malaikat tidak akan masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan patung (gambar).” (HR Muslim).
  6. Kemampuan :Tidak dapat mengetahui yang Ghaib, namun ia dapat berubah bentuk menyerupai wujud manusia, hantu, anjing hitam, ular atau wujud lainnya.
    “Katakanlah: ‘Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (Lihat QS.An-Naml: 65)


    “Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.” (lihat QS.Saba:14)


    Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya di Madinah terdapat golongan jin yang telah masuk Islam, maka jika kalian melihat sebagian mereka –dalam wujud ular– berilah peringatan tiga hari. Dan apabila masih terlihat olehmu setelah itu, bunuhlah ia, karena sebenarnya dia adalah syetan.” (HR. Muslim no. 2236 dan 139 dari Abu Sa`ib, maula Hisyam bin Zuhrah) [3]
  7. Agama :Kafir
  8. Sosok dan rupa : Ghaib, ia dan keturunannya tidak mudah dilihat.
    “Sesungguhnya ia (syetan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Lihat QS.Al-A’raf: 27)
  9. Sifat :Sombong.
    "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Iblis menjawab, ‘Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang Engkau ciptakan dia dari tanah’ (Lihat QS.Al-A’raf: 12)
  10. Bahasa: Dapat mengetahui semua bahasa manusia, punya kemampuan membaca, memahami, berbicara dan Berkomunikasi tanpa menggunakan aksen asing.
  11. Juru Bicara: Paranormal, Dukun, dan penyebar ideologi-ideologi sesat.
    …kecuali setan yang mencuri-curi (berita)yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang (QS.Al Hijr:18)


    “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Al-Jin: 6) (Lihat Qa’idah ‘Azhimah, hal. 152)

    "Setan memberikan janji-jani kepada mereka dan membangkitan angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka". (QS.An-Nisaa’:120)
  12. Asisten :Para wanita yang menampakkan aurat nya.
    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah)”. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan dengan syarat Muslim oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i dalam Ash Shahihul Musnad, 2/36).


    Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian berketurunan (regenerasi) di atasnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena awal fitnah yang menimpa Bani Israil dari wanitanya.” (Shahih, HR. Muslim)


    “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)
  13. Masa Jabatan: Sampai hari kiamat.
    "Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan" (Lihatlah QS.Shaad:79)
  14. Kaki Tangan : Orang kafir, Fasiq, Murtad, dan Munafiq.
    "Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaithan" (Lihat QS.Al-Isra:27).
  15. Kekasih di Dunia: Para penjudi, peminum khamr, pezina dan mereka-mereka yang bermaksiat kepada Allah Ta'ala.
    "Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu dan berjudi itu dan menghalangi kamu untuk untuk mengingat dan shalat". (QS.Al-Maa’idah:91)
  16. Musuh utama: Para Nabi dan Ulama yang memikul tugas kenabian.
    "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu)". (Lihat QS.Fathir:6)


    “Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu syetan-syetan manusia dan jin sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yg lain perkataan-perkataan yg indah-indah utk menipu” (Lihat QS.Al-An’am:112).
  17. Musuh Umum: Setiap orang mu'min.
    "Maka kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka". (Lihat QS.Thaha:117)
  18. Hobby : Berbuat keji, merusak dan menjerumuskan manusia dan Jin ke dalam kekufuran dan menyesatkan mereka sejauh-jauhnya.
    "Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar" (Lihat QS.An-Nur: 21)
  19. Cita-Cita: Menjadikan seluruh manusia dan jin menjadi sesat dan kafir dan menjadi pengikutnya.
    "Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya". (lihat QS.Al-Hijr:39)
  20. [*]Tujuan Hidup : Menggiring manusia ke dalam neraka.
    "Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus" (Lihat QS.Al-A'raf:16).

    [*]Makanan dan minuman Favorit : makanan dan minuman yang tidak disebutkan nama Allah 'aza wajalla atasnya.
    “Sesungguhnya setan ikut makan dengan orang yang tidak menyebut nama Allah (didalam makan & minumnya).” (HR. Muslim 6/107)


    Jika seseorang makan dan mengucapkan basmillah, maka syetan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

    [*]Tempat Favorit : Tempat najis dan tempat-tempat maksiat.
    Jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)


    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kamu akan masuk WC, maka bacalah:
    “Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari hal-hal yang keji dan kotor.”
    (HR. Bukhori 1/48)

    [*]Tempat yang Dibenci: Majelis Ilmu, medan jihad dan tempat-tempat ketaatan.
    Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya syetan tidak dapat membuka yang tertutup dengan membaca Basmalah.


    Beliau Shalallahu'alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca basmillah, maka syetan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’.

    [*]Lukisan kesayangan: Tato dan simbol-simbol iblis.
    Dari Abu Juhaifah Radiyallahu ‘anhu :
    “Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam telah melarang dari (memakan) hasil (jual beli) darah, anjing, usaha pelacuran, dan (beliau) telah melaknat pemakan riba, yang menyerahkannya, pembuat tato (gambar tubuh), yang meminta ditato serta tukang gambar.”
    (HR Bukhari).

    [*]Mata Pencaharian : Setiap harta yang haram.

    [*]Suara kesukaan: Musik dan nyanyian.
    Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,
    ”Dua suara terlaknat di dunia dan di akhirat; ‘Seruling-seruling (musik-musik atau nyanyian) ketika mendapat kesenangan, dan rintihan (ratapan) ketika mendapat musibah’.”
    (Dikeluarkan oleh Al Bazzar dalam Musnad-nya, juga Abu Bakar Asy Syafi’i, Dliya’ Al Maqdisy, lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 51-52)


    Dari Abi ‘Amir Abu Malik Al Asy’ari, dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam beliau bersabda:
    “Sungguh akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang menganggap halalnya zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik….” (HR. Bukhari 10/51/5590-Fath)

    [*]Yang ditakutkan & dikhawatirkan oleh nya: Manusia yang Ta'at kepada Allah dan istiqomah diatas nya (Al-Qur'an dan As-Sunnah).
    “Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Robb-nya.” (Lihat QS.An-Nahl: 99)



    “Janganlah kamu menjadikan rumahmu seperti kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al-Baqoroh.”
    (HR. Muslim 2/188)



    Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Apabila anak Adam membaca ayat sajdah lalu dia sujud, maka setan itu pergi dan menangis dan berkata; 'celaka diriku, anak Adam diperintah sujud, maka dia sujud, lalu dia mendapat surga sedangkan aku diperintah sujud aku enggan maka aku masuk neraka'.” (HR. Muslim 1/61)



    “Sesungguhnya setan apabila dikumandangkan adzan dia lari sambil mengeluarkan suara kentutnya.”
    (HR. Muslim 2/6)[/list]

    Maka kita katakan:
    ÙˆَÙ‚ُÙ„ْ رَبِّ Ø£َعُÙˆْذُ بِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ Ù‡َÙ…َزَاتِ الشَّÙŠَاطِÙŠْÙ†ِ. ÙˆَØ£َعُÙˆْذُ بِÙƒَ رَبِّ Ø£َÙ†ْ ÙŠَØ­ْضُرُÙˆْÙ†ِ
    “Ya Rabbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada Engkau ya Rabbku dari kedatangan mereka kepadaku.” (lihat Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

murah!! Perawatan wajah / pemutih wajah


PERAWATAN WAJAH / PEMUTIH WAJAH ALA ISLAM
( MENURUT AL QUR'AN DAN AS-SUNNAH )

Untuk semua umur dan jenis kelamin
  1. DENGAN BER WUDLU
    Berdasarkan Al-Qur'an Surat Al-Maidah 6 :
    “Hai orang orang yg beriman apabila kamu hendak mendirikan sholat maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan siku dan sapulah kepalamu dan tanganmu sampai dengan kedua mata kaki dst.
    • Ketika membasuh wajah dalam ber wudlu
    Ya Allah jadikanlah wajahku putih berseri di hari putihnya muka muka dan hitamnya muka muka.
    "Allahumma bayyidh wajhii yauma tabyadhdhu wujuuh wa taswaddu wujuuh"

    • Ketika bersisir / bercermin
    Yaa Allah sebagaimana Engkau menciptakan aku dengan sebaik baiknya, maka perbaikilah kelakuanku / akhlaqku
    "Allahumma kamaa hasanta kholqi fa hassin khuluqii"

    • Ketika dalam shalat
    Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan lurus berserah diri dan aku bukanlah orang yang menyekutukan Allah.
    "Wajahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawaati wal ardho haniifan musliman wa maa ana minal musyrikiin".
  2. DENGAN SUJUD
    "Sajada wajhi lilladzii kholaqohu wa showwarohu wa saqoo sam’ahu wa bashorohu fatabarokallahu ahsanul khooliqiin".
    Aku sujudkan wajahku kepada Dzat yang menciptakannya dan memberikan rupa dan memberinya pendengaran dan penglihatan, Maha Berkah Allah Sebaik baik Pencipta.
  3. DENGAN MENYEBARKAN SALAM
    Ketika kita mengucapkan "salam" kepada saudara kita sesama muslim otomatis wajah kita cerah/ berseri seri.
    Hadits Nabi :
    "Janganlah kamu memandang remeh kebaikan sekecil apapun, seperti kamu menemui sudaramu dengan wajah berseri seri".
  4. DENGAN MEMPERBANYAK SENYUMAN
    Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.
    "Tabassumuka fii wajhi akhiika sodaqoh"

    Ketenangan hati karena berdzikir dan sujud membuat wajah kita mudah senyum, wajah kita damai, wajah merupakan jendela untuk melihat apa yang bergejolak di dalam hati.
  5. DENGAN MENGHILANGKAN IRI DAN DENGKI
    • Orang yang di hatinya dipenuhi rasa iri dan dengki , tentunya akan sulit sekali tersenyum, bahkan mukanya akan selalu masam, cemberut, muram dan sinis.
    • Orang yang di hatinya bersih dari rasa iri dan dengki, akan berwajah tenang, tenteram, penuh senyum dan penuh kelembutan.
  6. DENGAN MENYAYANGI DAN MENYANTUNI ANAK ANAK YATIM
    Dengan banyak bergaul, menyayangi dan menyantuni anak anak yatim/ piatu hati kita akan menjadi lembut. Dan kelembutan itu akan terpancar dari wajah kita, hingga wajah kita menjadi teduh dan enak dipandang orang.


    HASIL PERAWATAN WAJAH
    • Di dunia wajah kita selalu cerah dan jernih mudah tersenyum, damai, teduh
    • Di hari kiamat : wajah kita jadi putih berseri pada hari di mana manusia terbagi menjadi dua golongan :
    Golongan yang wajahnya putih berseri
    Golongan yang wajahnya hitam
    • Di hari kiamat kita dikenali dengan bekas bekas sujud di wajah kita. ( ta’rifu fii wujuuhihim min atsaris sujuud )

Sunnah Tapi Dilupakan



Quote:
Mungkin sepele saja, ketika ada dua orang muslim laki-laki atau dua orang muslim wanita saling berpelukan saat bertemu. Padahal, itu adalah sunah yang berpahala. Demikianlah, dalam banyak tuntunan amal yang ringan namun berpahala. Saking ringannya, seringkali dilupakan orang.
Quote:
Berikut ini adalah amalan-amalan ringan dan berpahala tapi jarang dilakukan. Yang menjadi ciri khas amal tersebut adalah ringan dan mudah diamalkan. harapannya, kita dapat mengisi waktu dengan amal yang bernilai pahala, sehingga jatah umur yang kita miliki bertambah berkah. Disamping, tentu saja mengamalkannya akan menambah kecintaan kita kepada Sang Junjungan, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam
Spoiler for 1-5:
Quote:
1. Senyum kepada sesama muslim
Quote:
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“
2. Menunggu hidangan panas hingga dingin
Quote:
Bila Asma'binti Abu Bakar.ra membuat roti, ia menutupnya sampai hilang panasnya lalu berkata "Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : 'Sesungguhnya, hal itu membuat berkah lebih besar' "(As-Silsilah Ash-Shahihah:I/676)
3. Tidak tidur sambil tengkurap
Quote:
"Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah Azza Wa Jalla." (HR. Ahmad dan Al-Hakim)
4. Tidak sering keluar malam

5. Tidak banyak tertawa
Quote:
“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmizi no. 2227, Ibnu Majah no. 4183, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7435)

Spoiler for 6-10:
Quote:
6. Merumahkan anak saat malam tiba

7. Mengucapkan salam kepada orang yang dikenal dan tidak dikenal
Quote:
"Sesungguhnya di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah manusia tidak mau mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja".[Hadits Riwayat Ahmad. Musnad Ahmad 5:326. Ahmad Syakir berkata 'Isnadnya Shahih'].
8. Makan dan Minum Sambil Duduk
Quote:
Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)

bersabda Nabi dari Abu Hurairah,”Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
9. Membunuh Tokek
Quote:
“Barangsiapa membunuh cicak/tokek dengan sekali pukul, maka baginya 100 pahala, dan siapa yang membunuhnya dengan 2x pukul, maka baginya sekian pahala (dibawah yg pertama), dan bila membunuhnya dengan 3x pukul maka pahalanya lebih sedikit lagi”. (HR. Muslim).
Spoiler for info selengkapnya::
Ibnu Majah meriwayatkan didalam “Sunan” nya dari Saibah Maulah al Fakih bin al Mughiroh bahwa dirinya menemui Aisyah dan melihat di rumahnya terdapat sebuah tombak yang tergeletak. Dia pun bertanya kepada Aisyah,”Wahai Ibu kaum mukminin apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?” Aisyah menjawab,”Kami baru saja membunuh cecak-cecak. Sesungguhnya Nabi saw pernah memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim as dilemparkan ke dalam api tak satu pun binatang di bumi saat itu kecuali dia akan memadamkannya kecuali cecak yang meniup-niupkan apinya. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk membunuhnya.” Kitab “az Zawaid” menyebutkan bahwa hadits Aisyah ini shahih dan orang-orangnya bisa dipercaya.

Namun demikian bukan berarti setiap kali kita mendapatkan cecak harus dibunuh dikarenakan perintah didalam hadits tersebut bukanlah sebuah kewajiban akan tetapi disunnahkan membunuh setiap cecak yang membahayakan. Jadi apabila memang cecak yang ada di sekitar kita itu membahayakan manusia atau meracuni makanan maka dibolehkan bagi kita untuk membunuh cecak tersebut.

Wallahu A’lam
10. Memakai Alas Kaki dengan mendahulukan yang kanan dan melepasnya dengan mendahulukan yang kiri
Quote:
“Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Spoiler for 11-15:
Quote:
11. Meletakkan (menutupkan) kedua telapak tangan di mulut ketika menguap
Quote:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya”.
12. Makan sebelum melakukan Shalat ‘Ied
Quote:
“Rosululloh dahulu tidak keluar (berangkat) pada saat Iedul Fitri sampai beliau makan dan pada Iedul Adha tidak makan sampai beliau kembali, lalu beliau makan dari sembelihan kurbannya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, sanadnya hasan)
13. Berdoa Ketika memakai Baju Baru
Quote:
Dari Abi Said Al Khudri di berkata : Adalah Rasulullah s.a.w. apabila akan memakai pakaian yang baru, Beliau namakan dengan namanya baik di Sorban, Qamish atau mantel kemudian Beliau berdo’a “ Allahumma Lakal Hamdu Anta Kasaitanihi As’aluka Khairanhu Wa Khaira Mashuni’a Wa A’udzubika Min Syarrihi Wa Syarrama Shuni’a Lahu”.
(HR. Abu Dawud - Kitabul Libas - Bab Ma Yaqulu Idza Labisa Tsaubah Jadidan - No. 4020, HR. At tirmidzi - Kitabul Libas - Bab 29 / Ma Yaqulu Idza Labisa Tsauban Jadidan - No. 1773 )
14. Berkumur ketika Minum Susu
Quote:
Ubaidillah bin Abdillah bin Utbah meriwayatkan dari Ibnu Abbas : "Bahwasanya Rasulullah SAW minum susu kemudian berkumur (dengannya), lalu beliau berkata, "Sesungguhnya susu tu mengandung lemak…". (HR. Al-Bukhori).
15. Shalat ketika Pulang dari Perjalanan
Quote:
Ka’b bin Malik meriwayatkan : "Apabila Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam datang dari perjalanan, beliau memulai (singgah) di masjid kemudian mendirikan shalat di dalamnya." (HR. Al-Bukhori).

Spoiler for 16-20:
Quote:
16. Witir, Shalat Dhuha dan Puasa Tiga Hari Setiap Bulan
Quote:
Banyak umat Islam melupakan tiga ibadah sunnah diatas. Padahal Insya Allah, orang yang menjaga ketiga-tiganya termasuk golongan orang-orang saleh. Abu Hurairah berkata : "Kekasihku (Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam) mewasiatkan tiga hal kepadaku, aku tidak pernah meninggalkannya sampai mati; puasa tiga hari pada setiap bulan, shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur." (HR. Al-Bukhari)
17. Menangis ketika membaca Al-Qur’an
Quote:
Imam Ghazali berkata : "Disunahkan menangis ketika membaca Al-Qur’an. Caranya yaitu dengan menghadirkan kesedihan dan ketakutan dalam hati dengan merenungkan ancaman yang keras serta berbagai perjanjian berat, lalu hendaknya ia melihat betapa sangat lengahnya ia dalam masalah tersebut. Jika tetap saja tidak ada kesedihan hatinya, ketahuilah ini adalah salah satu musibah terbesar baginya."
18. Mengibasi (Jawa:ngebuti) kasir atau tikar ketika hendak tidur

19. Melakukan Tahnik (Memamahkan kurma dan sejenisnya yang sudah dilembutkan ke dalam rongga mulut) bayi yang baru lahir.

20. Shalat Isthikarah

Spoiler for 21-25:
21. Bernafas tiga kali ketika minum
Quote:
Anas bin Malik ra. meriwayatkan : "Rasulullah SAW bernafas tiga kali ketika minum. Lalu beliau bersabda : "Sesungguhnya yang demikian itu lebih menyenangkan, lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih menyehatkan." (HR.Muslim)

Adapun caranya, kita minum lalu melepaskan gelas dari mulut untuk menghela nafas sebentar, lalu minum lagi dan demikian dilakukan sebanyak tiga kali. Demikian seperti dijelaskan Ibnu Qayyim berdasarkan hadits shahih riwayat Ibnu Majah.
22. Ziarah Kubur untuk mendapatkan Pelajaran
Quote:
Rasulullah SAW bersabda : "Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, (sekarang) ziarahlah, karena sesungguhnya kubur itu mengingatkan kalian kepada Akherat." (HR.Muslim)
23. Berdiam di masjid untuk shalat dan dzikir

24. Tidak mengantuk Saat Khutbah Jum'at
Quote:
"Jika salah seorang dari kalian mengantuk di masjid pada hari jum'at, hedaknya ia berpindah dari tempat duduknya ke tempat lainnya"(As-Silsilah Ash-Shahihah:1/760z)
25. Jangan Duduk di Antara Sinar Matahari dan Naungan
Quote:
"Jika seseorang di antara kalian berada di tempat teduh, lalu keteduhannya berkurang hingga sebagiannya di (sinar) matahari dan sebagian lagi di keteduhan hendaknya ia berdiri " (Ash-Shahihah:II/514)
Dalam hadist lain,Beliau menamainya dengan 'Majelis (tempat duduk) setan' (Ash-Shahihah:II/514)

Spoiler for 26-28:
26. Rebahan Setelah Sholat Sunah Qobliyah Subuh
Quote:
'Aisyah menuturkan " Apabila muazin selesai mengumandangkan azan Shalat Subuh, beliau (Nabi Muhammad) berdiri untuk melaksanakan sholat sunah qabliyah subuh, setelah fajar terang. Kemudian beliau membaringkan badan ke sebelah kanan hingga muazin datang untuk mengumandankan iqamat " ( Sahih Bukhari, kitabul adzan(626). Sahih Muslim, Kitabu shalatil musafirin(427)
27. Shalat dengan Menggunakan Sutrah atau Pembatas

28. Shalat memakai sandal atau alas kaki 

Foto2 Eksklusif peninggalan Rasulullah SAW

Bila kita berjauh jarak dengan sang terkasih Muhammad Rasulullah. Kita hanya bisa menjumpainya melalui do’a-do’a yang kita lantunkan, memohon syafa’at Nabi untuk keselamatan kita di akhirat dari pedihnya adzab neraka, tidakkah foto-foto berikut ini mengobati kerinduan kita yang sangat dalam kepada Sang Nabi Tercinta, Kekasih Allah, pribadi mulia panutan alam?? Ratusan orang meneteskan air matanya setelah menatap langsung baju beliau yang bersahaja dan sudah robek, sandal beliau, keranda beliau yang tak terhalang apapun. Allahu Akbar … serasa dekaaat denganmu ya Rasulullah … Andai aku bisa melihat wajahmu, rontok segala persendianku, tak tahan dengan kenikmatan memandang kemuliaan wajahmu… Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad ….

(Foto-foto ini kebanyakan adalah koleksi yang tersimpan dari berbagai tempat di beberapa negara: Museum Topkapy di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selamat merasakan kelezatan menatap peninggalan-peninggalan ini. Semoga kerinduan kita semakin memuncak kepada sang Nabi Agung, sang kekasih Allah …)

Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam …


[IMG][/IMG]

The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Baju gamis Nabi SAW yang lusuh dan robek-robek. Yaa Allah … betapa sederhananya baju sang pemimpin dunia yang suci nan agung ..!!)

[IMG][/IMG]

The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Bagian dari baju gamis Nabi SAW yang sudah sobek)


[IMG][/IMG]

Jubah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW



blessed-seal-of-rasool-allah-saw1

The Blessed Seal of Rasulullah SAW (Cap surat Nabi SAW)


[IMG][/IMG]

Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW
[IMG][/IMG]

Kunci Ka’bah Masa Nabi Muhammad SAW

[IMG][/IMG]

[IMG][/IMG]

Jejak Kaki Rasulullah SAW


[IMG][/IMG]

[IMG][/IMG]

Beberapa helai rambut Rasulullah SAW

[IMG][/IMG]

Wadah Kotak Gigi Rasulullah SAW

[IMG][/IMG]

[IMG][/IMG]

[IMG][/IMG]

[IMG][/IMG]

[IMG][/IMG]

Berbagai pedang yang pernah dimiliki Nabi dengan nama-namanya yang digunakan untuk menegakkan ajaran tauhid, ketika orang-orang kafir memerangi Nabi dan dakwahnya sehingga harus mengangkat pedang.

[IMG][/IMG]

Gagang Pedang “Hatf” Nabi SAW tampak lebih jelas
[IMG][/IMG]

Busur Panah Nabi SAW

[IMG][/IMG]

Bendera Rasululullah SAW



Ini nih gan lebih jelasnya 

[IMG][/IMG]

Salah satu sorban/tutup kepala Rasulullah SAW

[IMG][/IMG]

Topi Besi Rasulullah SAW

[IMG][/IMG]

Baju dan barang-barang Rasulullah SAW

[IMG][/IMG]

[IMG][/IMG]

[IMG][/IMG]

[IMG][/IMG]

Sandal-sandal (terumpah) peninggalan Rasulullah SAW tercinta …

[IMG][/IMG]

Surat Nabi SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah


[IMG][/IMG]

Surat Nabi SAW kepada rakyat Oman, Arab Selatan

[IMG][/IMG]

Surat Nabi SAW kepada Kaisar Romawi abad ke- 7


[IMG][/IMG]

Surat Rasulullah SAW pada Raja Heraclius

[IMG][/IMG]

Surat Nabi SAW kepada Raja Muqauqas, Mesir


[IMG][/IMG]

Makan Siti Aminah, Ibunda Rasululllah SAW


[IMG][/IMG]

Kotak milik putri tercinta Nabi SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.A.

[IMG][/IMG]

Pintu emas makan Rasulullah SAW

[IMG][/IMG]

The blessed dust from the tomb of the Prophet Muhammad PUBH (Butiran pasir yang diambil dari makam Nabi Muhammad SAW)

Senin, 29 November 2010

Hidup dan Mati Mulia

Hidup bukan hanya mengejar dunia. Maka, bermujahadah dalam menggapai Kecintaan-Nya
 
Oleh: Shalih Hasyim*
 
Namanya William James Sidis. Saat  usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Sidis sudah menulis beberapa buku sebelum berusia beranjak 8 tahun, Diantara bukunya  tentang anatomy dan astronomy. Diusia 11 tahun, ia diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Universitas Harvard terpesona dengan kejeniusannya saat ia memberikan ceramah tentang “Jasad Empat Dimensi” di depan para professor matematika. Hebatnya, Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. 

Keberhasilan William Sidis tak lain berkat keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang juga seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Tapi, mendadak ia menghilang dan ditemukan lagi oleh wartawan dalam kondisi menggenaskan. Sidis meninggal diusia muda, 46 tahun. Sebelum meninggal, ia mengakui kehidupannya tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika justru membuatnya tersiksa.  
 
Dalam kehidupan sosial, Sidis juga mengaku hanya sedikit memiliki teman. Ia  juga sering diasingkan oleh rekan sekampus, tak  pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Bahkan Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia pergi dari rumah dan justru lebih memilih menjadi pemulung. Kejayaan masa kecilnya hanya diakui sebagai adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain.  
 
***
 
Pengalaman Sidis dan ayahnya, bisa jadi pelajaran berharga. Islam tak pernah menafikkan gemerlap dunia namun tak menjadikannya sebagai tujuan utama.
 
Dalam Islam, tujuan puncak seorang Muslim dalam segala bentuk pengabdian, pengorbanan, hidup dan kematiannya, adalah mencari ridho Allah SWT dan memasuki surga-Nya. Seorang Muslim ingin hidup dalam keadaan mulia (memiliki citra yang baik) dan meninggalpun juga dalam keadaan syahid (mengakhiri kehidupan dalam husnul khatimah). Berbeda dengan orang kafir di mana tujuan kehidupannya hanya untuk memenuhi syahwatul bathn (syahwat perut) dan syahwatul farj (syahwat kemaluan). Maka, ia mencari sesuatu yang membuat pemburunya kecewa.
 

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya (Orang-orang kafir, karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, tidaklah mendapatkan balasan dari Tuhan di akhirat walaupun di dunia mereka mengira akan mendapatkan balasan atas amalan mereka itu.).” (QS. An Nur (24) : 39).
 
Jadi, program utama kehidupan orang yang jauh dari Allah SWT  hanya makan, minum dan kawin. Posisinya lebih rendah dari binatang. Sebab, manusia itu memiliki kelebihan dengan diberikannya akal dan kemampuan menjangkau metapisik (ghaib), tetapi melakukan perbuatan seperti makhluk yang tidak berakal
 
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka Makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka. (QS. Muhammad (47) : 12).
 
Efeknya, panca indranya mengalami disfungsi dalam berinteraksi dengan ayat-ayat-Nya
 
“Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf (7) : 179).
 
Kiat Jitu Meraih Ridho-Nya
 
Banyak orang memburu dunia, seolah-olah itu kehidupan paling kekal. Pagi bekerja sampe malam. Pulang hanya makan dan tidur, esoknya harus kembali bekerja. Bahkan ia jarang bertemu anak dan istri sendiri untuk sekedar bersapa atau ngobrol berlama-lama. Baginya, hidup hanya uang, uang dan uang.
 
Tak sedikit orangtua menginkan anak-anak mereka sebagaimana keinginan dia, sampai ia tak dimanusiakan lagi. Anak-anak mereka laksana robot dan mesin.
 
Pagi sekolah, sore sudah menunggu antri pelajaran les. Ada les Inggris, piano, lukis, sempoa dll. Bahkan hari libur pun, anak-anak mereka sudah menerima jadwal dari para orangtua mereka. Kehidupan anak-anak yang indah sudah hilang. Ia telah menjadi “robot” orangtuanya sendiri. Memang banyak kita saksikan anak-anak intelek dan cerdas hari ini. Tapi jarang kita temukan anak-anak yang “kecerdasan hati” dan “kelembutan budi”. Inilah yang kita saksikan hari ini.
 
Agar seorang Muslim tidak terjebak pada tujuan memburu kenikmatan sesaat, sebentar, sebagaimana yang diderita oleh kaum yang tidak beragama, tetapi menggunakan karunia-Nya secara maksimal untuk  mencapai kenikmatan yang bersifat permanen (akhirat), maka berikut adalah beberapa resepnya.
 
1. Selalu mendekat kepada-Nya dengan melakukan ibadah mahdhah secara istiqamah. Kecintaan itu akan diperoleh dengan diawali kedekatan, keeratan, keakraban hubungan. Witing trisno jalaran kulino (Bhs Jawa), (munculnya kecintaan itu karena sering bertatap muka)

“Dan apabila hamba-hamba-KU bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-KU, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) KU dan hendaklah mereka beriman kepada-KU, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah (2) : 185).

“Allah lebih berbahagia dengan taubat (kembalinya) hamba-Nya daripada seseorang di tempat sepi dan rawan bahaya dengan hewan kendaraan yang memuat makanan dan minumannya, kemudian ia tidur. Ketika ia bangun, hewan kendaraannya hilang. Ia pun mencarinya hingga ia kehausan. Ia berkata, Aku akan kembali ke tempatku semula, hingga aku mati. Kemudian ia letakkan kepalanya di atas lengannya untuk mati. Kemudian ia letakkan kepalanya di atas lengannya untuk mati. Ketika ia bangun, ternyata hewan kendaraannya ada di sisinya lengkap dengan makanan dan minumannya. Jadi Allah lebih berbahagia dengan taubat (kembalinya) hamba yang Mukmin daripada (kebahagiaan) orang tersebut dengan (kembalinya) hewan kendaraan dan bekalnya.” (Muttafaq Alaih)

Kecintaan itu diperoleh dari-Nya dengan menjalankan ibadah nawafil (tambahan, sunnah). Pengaruh dari ibadah tersebut, seakan-akan kegiatan kehidupan kita merupakan jelmaan dari kehendak-Nya. Sehingga mendatangkan barakah (tambahan kebaikan).

“Allah ‘azza wa jalla berfirman (dalam hadits qudsi) : Aku dalam sangkaan hamba-KU, dan Aku akan selalu bersamanya ketika ia mengingat-KU. Kemudian apabila ia ingat AKU dalam dirinya, AKU pun mengingatnya dalam diri-KU, dan jika ia ingat kepada-KU dalam satu kaum, maka AKU akan mengingatnya dalam kaum yang lebih banyak dari pada kaum itu. Jika ia mendekat kepada-KU sejengkal, AKU akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekat KU satu hasta, AKU akan mendekatinya sedepa. Dan jika ia datang kepada-KU dengan berjalan kaki, aku akan datang kepadanya dengan lari-lari kecil.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 
2. Simpati, membela dan mencintai para kekasih-Nya. Merekalah yang keberadaannya ditolong, dilindungi dan dibela oleh-Nya

“Dari Abu Hurairah r.a. berkata : Rasulullah Saw bersabda : Bahwa Allah Swt berfirman : Barangsiapa memusuhi wali-KU, maka KU-izinkan ia diperangi. Tidaklah hamba-KU mendekatkan diri kepada-KU dengan suatu amal lebih KU-sukai daripada jika ia mengerjakan amal yang KU-wajibkan kepadanya. Hamba-KU selalu mendekatkan diri kepada-KU dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya, sebagai tangan yang ia memukul dengannya, sebagai kaki yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepada-KU pasti KU-beri dan jika ia minta perlindungan kepada- pasti KU-lindungi.” (HR. Imam Bukhari).


3. Mengikuti ajaran Rasulullah SAW (ittiba’) sebagai bukti kecintaan kepadanya

 
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran (3) : 31).


4. Berperang di jalan-Nya dengan shaf yang rapi

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash Shaff (61) : 4).

5. Selalu membaca al-Quran, menjaga lisan, memberi makan orang yang lapar, puasa di bulan Ramadhan.

“Surga merindukan kehadiran empat orang : Pembaca Al Quran, yang selalu menjaga mulut, memberi makan orang yang lapar, puasa di bulan Ramadhan.” (al Hadits).


6. Selalu berbuat baik


“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui.” (QS. Ali Imran (3) : 133-135).

7. Mencintai orang lain karena Allah SWT

“Tidak sempurna keimanan seseorang sehingga ia mencintai saudaranya melebihi dari kecintaannya kepada dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Suka menolong sesama

“Dari Abu Hurairah ra. Nabi SAW bersabda, Barangsiapa melepaskan seorang mukmin dari penderitaan-penderitaan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya penderitaan-penderitaan hari kiamat, barangsiapa memudahkan urusan yang sulit niscaya Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup aib seorang Muslim maka Allah akan menutup aibnya di akhirat. Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

 
9. Membela kaum tertindas

“Ketika Musa as miqat (bertemu Allah SWT untuk menerima wahyu) bertanya kepada Allah SWT, Ya  Allah, dimanakah aku mencari-MU. Allah SWT menjawab, carilah Aku di tengah-tengah orang yang hatinya terluka.” (al Hadits).
 

10. Ikhlas dalam beramal

“Barangsiapa yang meninggalkan dunia dalam keadaan ikhlas hanya kepada Allah SWT, tidak menyekutukan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, ia wafat, sedangkan Allah Ridha kepadanya.” (HR. Ibnu Majah).

11.Suka memberi

“Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah SWT.” (al Hadits)

“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga),Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.  Dan Adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup[*], Serta mendustakan pahala terbaik,  Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.”(QS. Al Lail (92) : 5-10)
 
Yang dimaksud dengan merasa dirinya cukup ialah tidak memerlukan lagi pertolongan Allah dan tidak bertakwa kepada-Nya.

 

12. Menyadari kelemahan diri

“Orang yang menyesali diri dari dosa itu menunggu datangnya rahmat, sedangkan orang yang ujub itu menunggu kemurkaan-Nya.” (al Hadits)

13. Bertaubat dengan tulus ikhlas

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. At Tahrim (66) : 8).

14. Melaksanakan hak-hak ukhuwwah paling rendah, yakni : salamatush shadri (hatinya selamat dari dengki, sombong, serakah dan dendam) dari sesama Muslim
 

15.  Memenuhi hak-hak ukhuwwah Islamiyah paling tinggi, yaitu al iitsar (mengutamakan orang lain lebih dari dirinya)

Semoga kita termasuk diantara orang yang bisa ‘hidup dalam keadaan mulia, dan mati dalam keadaan mulia[Kudus, November 2010/Hidayatullah.com]
 
Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com tinggal di Kudus, Jawa Tengah