Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2010

Mau Tampan atau Cantik

1.Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan, biarkan menitis dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo’a
2.Untuk menghilangkan stress, perbanyaklah ‘olahraga’. Cukup dengan memperbanyakkan sholat. Ketika solat, kita mengerakkan seluruh tubuh. Lalu berkonsultasilah pada Allah SWT dengan dzikir dan do’a.
3.Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyuman. Tidak hanya di bibir tapi juga di hati. Jangan lupa bisikkan ‘kata kunci’, “Allahuma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii” (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula akhlaqku). (HR Ahmad).
4.Untuk punya bibir cantik, bisikkan kalimat-kalimat Allah, tidak berbohong atau menyakiti hati orang lain, tidak menyombongkan diri atau takabur.
5.Agar tubuh langsing, mulus, diet yang teratur dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi puasa Nabi Daud AS selang satu hari. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan dan air putih.
6.Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.

Minggu, 28 November 2010

Cara Menemukan FaceBooker Sedunia

Pernah Kepikir Ga Bagaimana cara menemukan semua Member Facebook seantero dunia?, atau barang kali ingin mencari semua Group yang ada di FB, dan cara nya bukan lewat Pencarian di Facebook.
Kalau kita menggunakan pencarian orang lewat pencarian FB tentunya sobat tidak akan menemukan semuanya, Paling yang akan kita temukan sesuai dengan nama yang kita cari.dan butuh waktu bulanan untuk mencari semua.
Oke Jika sobat Facebooker Penasaran saya akan tunjukkan caranya dan hanya sekali Klik.
Kita akan menggunakan Pencarian ini langsung dari directory Facebook
Silahkan Langsung menuju Link ini : http://www.facebook.com/directory/people
Bagaimana?
Seru Bukan?... Silahkan nikmati Pencarian Sobat.
Semoga Bermanfaat...eittt Jangan Lupa Comment ya

Cara Cepat Buka Folder

Kotak dialog RUN di windows digunakan untuk menjalankan perintah windows, seperti membuka modul Control Panel, dan sistem
tool seperti Disk Defragmenter, Device Manager, Group Policy Editor dll. Mungkin sebagian masih belum tahu fungsi perintah berikut, dimana kita bisa membuka My computer secara cepat dgn hanya mengetikkan beberapa hurup. Berikut Tips nya:
1. Membuka Direktori Home
Direktori Home berada di C:\Documents and Settings\Namauser di Windows XP dan C:\Users\Namauser di Windows Vista dan Windows 7. Cara cepat untuk membuka direktori ini ialah dengan mengetikkan tanda “.” ( titik tanpa tanda kutip) dikotak dialog RUN. atau tekan tombol keyboard (Win+R). lalu tekan tombol Enter. Coba deh 

2. Membuka Direktori User
Caranya untuk membuka Direktori User yang berada di C::\Documents and Settings di Windows XP dan C:\Users in Windows Vista dan 7. Ketikkan dua titik di kotak RUN lalu tekan Enter.

3. Membuka My Computer
Buka My Computer dengan cara yg singkat, ketikkan tiga titik di kotak RUN seperti ini:

4. Buka Sistem Drive
Cara membuka Sistem Drive kita. Sistem drive kita biasanya terletak di drive C: , nah cara mudah agar langsung  membuka drive C:, ketikkan tanda garis miring kebalik  “\” di kotak RUN:

Selasa, 09 November 2010

Kiat Menjaga “Episode” Kehidupan


Dalam “episode” sakit, tingkatkanlah kesabaran sebab bisa jadi itu adalah lahan penggugur dosa

SETIAP orang pasti mendambakan ketenangan hidup secara batin maupun lahir. Sebab jika hati tenang dan fisik sehat, akan merasa lebih nyaman dalam melakukan berbagai macam aktivitas baik duniawi maupun ukhrowi. Ketenangan, terutama batin merupakan sesuatu yang penting dan sangat berarti.

Sebenarnya, Allah SWT telah memberi resep kepada hamba-hambanya bagaimana mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan dzikir. Sebagaimana firman-Nya, "Ingatlah dengan dzikir mengingati Allah, hati akan tenteram." (QS Ar Ra’d: 28).

Dengan selalu mengingat Allah, hati akan tenteram. Sebaliknya, jika  jarang ingat Allah, hati  akan kering dan gersang.

Orang-orang yang tertambat hatinya kepada Allah, selalu menghubungkan segala aktifitasnya dengan Dzat Pencipta alam semesta ini. Semakin banyak mengingat Allah, maka kadar keimanannya akan semakin bertambah. la tidak akan takut diancam oleh apa dan siapa pun makhluk yang ada di dunia ini. la hanya merasa takut akan ancaman dan murka Allah.

Orang yang telah mencapai derajat ini tidak pernah merasa waswas dalam bertindak. Tiap-tiap sesuatu yang dia hadapi dijadikan sebagai ladang amal. Ia senang berbuat baik dan sedih jika jatuh pada perbuatan yang merugikan orang lain. la akan merasa bahagia jika bisa berbagi rezeki dengan orang lain, Tidak ada ketakutan dalam dirinya jika sesuatu menimpanya.

Ia yakin bahwa segala sesuatunya tekah diatur oleh Allah. Dalam Al Quran surat Al Hadiid ayat 22-23, Allah SWT berfirman,Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri meiainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita’terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.
 
Secara sederhana, ayat di atas menyiratkan bahwa sesungguhnya apa pun yang terjadi di dalam dunia dan kehidupan setiap manusia sesungguhnya telah Allah tentukan. Dengan demikian, tidak perlu terlalu bersedih ketika ditimpa sesuatu yang tidak menyenangkan. Sebaliknya, tidak boleh terlalu gembira melampaui batas ketika memperoleh kesenangan.

Berihtiar

Setiap orang tentu ingin hidupnya sukses dan semua usahanya tercapai. Namun jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, kita harus yakin bahwa itulah takdir terbaik dari Allah. Sepanjang kita sudah berusaha meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar, tentu apa pun yang kita peroleh tidak akan sia-sia.

Bukankah tidak sedikit orang yang ikhtiarnya sangat luar biasa namun belum juga memperoleh keberhasilan? Tugas kita hanya dua, luruskan niat dan sempurnakan ikhtiar.

Betapapun luar biasanya kecintaan seseorang terhadap dunia, sadarilah bahwa semua itu fana belaka. Kita tidak akan hidup selamanya, ada kampung akhirat yang senantiasa menanti. Karena itu, sudah sewajarnya bila setiap episode kehidupan kita jalani dengan penuh rasa syukur.

Episode mempunyai kekayaan, jalani dengan ahli sedekah. Episode tidak memiliki harta kekayaan, jagalah diri kita dengan terus bekerja sebaik-baiknya dan tidak meminta-minta belas kasih orang lain. Saat datang episode dipuji, kita berusaha sekuat tenaga agar senantiasa rendah hati.

Episode dihina, bersyukur karena itu mungkin pertolongan Allah agar kita mau mengevaluasi diri. Episode sehat, perbanyaklah ibadah. Episode sakit, tingkatkan kesabaran sebab bisa jadi itu adalah lahan penggugur dosa.

Kita harus senantiasa ber-husnudzhan terhadap ketentuan-ketentuan Allah yang menimpa diri kita, Jika kita merasa banyak berbuat kekhilafan dan dosa, yakinlah bahwa ampunan Allah lebih besar  daripada dosa-dosa yang kita perbuat.

Kita harus optimis bahwa Allah akan mengampuni kita. Dan tentu saja, juga harus optimis bahwa kita mampu memperbaiki diri. Sikap optimis inilah merupakan etika kita kepada Allah. Sebab ketika diuji oleh Allah dengan aneka kesulitan dimaksudkan supaya kita berpegang teguh kepada pertolongan-Nya.

Strategi berikutnya, kita harus selalu berlatih mengenal diri sendiri. Sebab jika seseorang ingin baik, maka ia terlebih dahulu harus mengetahui sesuatu yang ingin dia rubah menjadi baik. Pengetahuannya bisa ia dapatkan dari perenungan, dan jawaban dari orang yang kita tanyai tentang diri kita.

Latihan kedua adalah upaya untuk memperbaiki. Setelah kita tahu kondisi kita, maka kita usahakan untuk meminimalisasi bahkan menghilangkan kekurangan yang kita miliki. Bila perlu, kita tulis dalam daftar semua keburukan yang kita miliki dan rumuskan formula-formula untuk memperbaikinya.

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim : 7).

Rasulullah saw bersabda: “Orang dermawan, dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dan dekat dengan syurga, sedangkan orang bakhil (pelit), jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat dengan Neraka. Sungguh Allah SWT lebih mencintai hambanya yang bodoh tapi dermawan, dibandingkan dengan ahli ibadah (pandai) tapi pelit (bakhil). ” (Al Hadits-Riwayat Abu Hurairah).

Begitulah Allah SWT dan Rasul-Nya mengajarkan kita. Islam telah memberi rumusan yang jelas bagaimana seharusnya kita hidup ini. Kalau hidup kita ingin selamat tentu harus mengikuti apa yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Semua rumusan itu telah terbukukan dengan baik dalam al-Qur'an dan Sunnah. 

Rasulullah SAW bersabda: “Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, Kalian tidak akan tersesat bila kalian berpegang teguh kepadanya yakni: Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnahku (Hadits).“ (HR Muslim). [Maskur Ismail/hidayatullah.com]

Selasa, 02 November 2010

Sederhana, Pilihan Hidup Mulia

Pola hidup sederhana seakan menjadi barang langkah yang hanya ada dalam cerita atau dongeng di pojok-pojok surau  

oleh: Ali Akbar bin Aqil*

Pada suatu sore, ketika Rasulullah SAW selesai menunaikan shalat Ashar bersama para sahabatnya, ada peristiwa aneh. Yaitu setelah rampung shalat, tiba-tiba Rasulullah bangkit dengan tergesa-gesa meninggalkan jamaah menuju rumahnya dan kembali lagi dengan membawa makanan lalu dibagi-bagikan kepada para jamaahnya yang ada.

Kemudian sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, ada apa gerangan tiba-tiba anda beranjak dari jamaah lalu kembali membagi-bagikan makanan?.” Apa jawab sang baginda?, “Aku tidak ingin apabila matahari tenggelam sementara di rumahku masih ada sisa makanan.” (HR. Bukhari)

Rasululah adalah manusia yang paling zuhud yang terpancar dalam potret hidupnya yang sederhana dan penuh kebersahajaan. Ilustrasi di atas cukup menjadi acuan akan kesederhanannya. Beliau tidak pernah menyisakan atau menyimpan makanan di rumahnya.

Pola hidup sederhana yang beliau jalani bukan karena kepapaannya. Tidak! Tetapi beliau memilih demikian sebagai teladan ideal bagi umatnya agar dalam mengarungi bahtera kehidupan dunia tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama.

Tersebutlah suatu riwayat yang menyatkan bahwa jika beliau berkenan, Allah menawarkan batu-batuan di kota Makkah menjadi taburan emas sebagai pembendaharaan baginda. Namun apa yang terjadi berikutnya? Beliau justru menjawab dengan rendah hati, “Tidak, wahai Tuhan. Tapi (biarkan) aku lapar sehari dankenyang sehari. Jika aku sedang kenyang, maka aku akan memuji-Mu, dan di saat lapar aku akan bersimpuh dan berdoa kepamau.”[ Muhammad Alwi Al Maliki, Muhammad al Insan Al Kamil, (Jeddah: Daar Asy Syuruq, 1411), cet. IV. hal. 156.]

Yang menarik adalah bahwa Rasulullah seorang pemimpin. Dengan posisi dan kedudukannya yang strategis itu, sebenarnya beliau mampu untuk memiliki fasilitas-fasilitas yang dimauinya. Terlebih kedudukan yang “wah” berpotensi menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya. Tetapi semua itu tidak beliau lakukan dan lebih memprioritaskan pola hidup sederhana. Inilah sebenarnya sosok seorang pemimpin yang menjadi patron umat.

Hidup Gaul atau Hidup Sederhana?

Ada yang menarik di seputar lingkungan kita terkait tema kesederhanaan. Yakni pola hidup sederhana seakan menjadi barang langkah yang hanya ada dalam cerita atau dongeng di pojok-pojok surau atau jerambah masjid (baca: Asatirul Awwalin).

Term kesederhanaan kerap dipersepsikan sebagai kemiskinan dan ketidak-gaulan. Karenanya tren kesederhanaan, seolah sudah tidak relevan untuk diperbincangkan apalagi dijadikan amaliyah di era moderen.

Di sisi lain, seiring dengan semakin tenggelamnya nilai-nilai kesederhanaan yang disertai pudarnya ajaran cinta kasih kepada sesama, maka bermunculan tren baru, yaitu pola hidup hedonis, glamour, elit, keren abis, gaul, yang semuanya muncul akibat ketamakan. Hal ini terjadi mulai dari lapisan masyarakat yang kebetulan “kaya” sampai yang terpaksa “miskin”.

Untuk lapisan pertama, pola hidup glamour dan hedon (mewah) masih memilki ruang dan daya tawar. Sebab mereka mempunyai sarana dan segudang fasilitas harta yang dimilikinya, kendati semua itu bukan sesuatu yang laik dan terpuji.

Namun, untuk lapisan berikutnya, yang terpaksa “miskin”, mereka dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama, jika tetap dengan penampilan “miskin”, takut disebut kurang  gaul. Pilihan kedua, kalau mau gaul modalnya apa? Baik pilihan pertama atau kedua sama-sama mengerikan jika orang tersebut tidak mendapatkan hidayah Allah. Karena mereka akan terseret oleh arus yang menjerumuskannya pada perbuatan nista demi meraih identitas semu yaitu  seperti “orang kaya”.

Lebih dari itu, di kalangan kaum terpelajar –tak terkecuali kaum santri- juga sudah menjamur pola hidup yang sering diistilahkan “gaul abis”. Para pelajar yang sebagian besar masih disubsidi oleh orangtua tersebut juga terjangkit virus kronis ini. Mereka bangga bila mampu menunjukkan atribut atau aksesoris “gaul”.

Ironisnya, kebanggaan itu tidak dibarengi dengan perilaku yang mencerminkan rasa syukur atas segala yang telah dimilikinya. Bahkan, kerapkali dijadikan jembatan untuk berbuat kufur dan maksiat kepada Allah yang Maha Pemberi!

Jika demikian, maka sadarilah bahwa kita telah terjebak dalam tipuan dunia yang menyebabkan kita tidak terhormat dunia-akhirat. Betapa tidak, di satu sisi kita mengkufuri nikmat Allah yang telah kita terima. Di sisi lain, kita telah mengkhianati amanah orangtua atau siapa saja yang telah mensubsidi kita dengan penuh husnudzan.

Secara tidak sadar kita telah melukai perasaan orang-orang di sekitar kita yang terpaksa “miskin” dan tidak pernah merasakan nikmatnya aksesoris atau atribut “gaul”, padahal mereka juga mempunyai selera sama.

Untuk itulah, solusinya adalah mari membiasakan diri hidup sederhana. Qona`ah bisa menjadi hal solutif. Qona`ah ialah sifat menerima apa adanya. Ia merupakan harta yang tidak pernah sirna.

Imam Al Ghazali memberi kiat-kiat agar kita memiliki sifat qona`ah,

Pertama, kesederhanaan dalam penghidupan dan pembelanjaan. Di dalam hadits disebutkan, “Pengaturan adalah separo dari penghidupan.”

Kedua, pendek angan-angan. Sehingga ia tidak bergelut dengan kebutuhan-kebutuhan sekunder.

Ketiga, hendaklah ia mengetahui apa yang dikandung di dalam sifat qona`ah berupa kemuliaan dan terhindar dari meminta-minta serta mengetahui kehinaan dan ketamakan.

Maka dengan cara ini, lanjut Al Ghazali, insya Allah ia akan bebas dari ketamakan.[ Al Ghazali, Mutiara Ihya `Ulumuddin, (terj.) Irwan Kurniawan, (Bandung: Mizan, 2003), cet. XV, hlm. 265.]

Ingatlah, semua adalah titipan Allah, bukan milik manusia hakiki. Dan semuanya akan kembali pada-Nya yang tentunya dengan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban)-nya masing-masing.

Sebagai penutup, cukuplah sebuah riwayat bahwa Rasulullah senantisa tidur di atas tikar, sehingga tampak membekas di pipi sang baginda yang mulia.

Apabila “Insan Kamil” itu yang kemuliannya meliputi alam semesta hanya memilih untuk menikmati hidupnya dengan penuh kesederhanaan, lalu siapakah kita, jika dibanding Rasulullah?[hidayatullah.com]

Penulis adalah Pengajar di Ponpes. Darut Tauhid, Malang. Email: al_akbar84@yahoo.co.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Dimuat www.hidayatullah.com

Enam Taubatnya Anggota Tubuh


oleh: Ali Akbar bin Agil*

MENJAGA hati merupakan pekerjaan berat. Butuh kesungguhan dalam menghadapi godaan yang datang secara bertubi-tubi yang terkadang membuat kita terkapar menyerah dengan keadaan yang ada. Padahal, hati laksana mahkota dalam jiwa.

Hati, sebagaimana diungkap oleh Syaikh Abdullah bin Alwi Al-Haddad, adalah raja seluruh angota tubuh. Hati merupakan sumber akidah, akhlaq, niat yang tercela maupun terpuji. “Seseorang tidak akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat kecuali sanggup menyucikan hatinya dari keburukan dan kehinaan serta menghiasinya dengan kebaikan dan keutamaan,” tulisnya.

Di sinilah, sekali lagi, pentingnya menata hati. Dalam diri kita, seperti menirukan sabda Nabi Muhamad SAW, “Ada segumpal daging. Jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh, itu adalah hati.” (HR. Bukhari-Muslim).

Supaya tidak terjerumus dalam kubangan maksiat yang membuahkan penyesalan tiada terperihkan, ada baiknya kita melakukan langkah-langkah berikut ini.

Pertama, jangan memulai berbuat maksiat. Proses terjadinya maksiat diceritakan secara detail oleh Ibnu Qayyim. Katanya, “Lawanlah lintasan itu! Jika dibiarkan, ia akan menjadi fikrah (gagasan). Lawanlah fikrah itu! Jika tidak, ia akan menjadi syahwat. Perangilah syahwat itu! Jika tidak, ia akan menjadi `azimah (hasrat). Apabila ini juga tidak dilawan, ia akan berubah menjadi perbuatan. Dan jika perbuatan itu tidak Anda temukan lawannya maka ia akan menjadi kebiasaan, dan setelah itu suit bagimu meninggalkannya.”

Sekecil apapun peluang maksiat, tutup segera. Membuka hati untuk maksiat sama saja mempersilakan diri kita dijarah oleh setan dan dosa. Sebuah maksiat akan melahirkan maksiat berikutnya. Demikian seterusnya, lambat laun ia menjadi sebuah tren dalam denyut kehidupan seseorang. Sehingga membutuhkan energi yang luar biasa untuk menghentikan luapan maksiat tersebut.

Kedua, menjernihkan hati. Hati yang jernih membuat kita lebih sensitif terhadap maksiat. Menjernihkan hati diawali dengan zuhud. Hidup zuhud bukan berarti lari dari dunia, menjauhi manusia. Tapi menjalani pola hidup dengan kebersahajaan, kesejajaran, tidak berlebihan, proposional, dan sesuai kebutuhan bukan yang selaras keinginan.

Ibrahim bin Adham ditanya oleh seseorang, “Bagaimana engkau mendapatkan zuhud?” Ibrahim menjawab, “Dengan tiga perkara: (1) Saya melihat keadaan kubur yang mengerikan sedang belum kudapati pelipur (2) Saya melihat sebuah jalan yang panjang sementara belum kumiliki bekal (3) Dan saya melihat Allah yang Maha Perkasa mengadili, padahal saya belum memiliki hujjah (argumentasi).”
Kejernihan hati menjadi sumber ketenteraman hidup. Tidak gusar dan gelisah atas apa yang tidak ada serta selalu bersyukur dengan apa yang ada. Sebaliknya, kegersangan hati sebagai akibat ketidakmampuan mengendalikan diri, membuat gerakan dan nafas tersenggal-senggal, terseok-seok tak tentu arah.

Ketiga
, bertaubat. Tidak ada manusia suci selain para Nabi dan Rasul. Jika suatu saat kita melakukan maksiat baik disengaja ataupun tidak, solusinya adalah dengan bertaubat, memohon ampun kepada Allah. Inilah cara ketiga.

Taubat dari segala tindak tanduk maksiat, mulai anggota tubuh hingga ke dalam hati. Dzun Nun Al-Misri menjelaskan cara taubat secara menyeluruh. Ia berkata, “Setiap anggota tubuh manusia ada ‘jatah’ taubatnya:  (1) Taubatnya hati dengan berniat meninggalkan hal-hal yang dilarang (2) Taubatnya mata dengan menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram (3) Taubatnya kedua tangan dengan meninggalkan penggunaan sesuatu yang bukan haknya (4) Taubatnya kedua kaki dengan meninggalkan usaha berjalan ke tempat-tempat yang membuat lalai kepada Allah (5) Taubatnya pendengaran dengan tidak menyimak kebatilan (6) Taubatnya kemaluan dengan berhenti berbuat keji.”

Tiga cara tersebut merupakan upaya mengorganisasikan kembali hatiku, hatimu, dan hati kita yang centang-perenang. Semoga.

Penulis adalah Pengajar di Ponpes. Darut Tauhid, Malang. Email: al_akbar84@yahoo.co.id

Minggu, 31 Oktober 2010

Tidur Awal dan Bangun Awal

Beraktifitas hingga tengah malam atau bahkan hingga terbit fajar adalah praktek melawan sunatullah, kecuali mereka melakukan tugas penting

Oleh: Mustofa*

 “Early to bed and early to rise makes a man healthy, wealthy and wise.” (Tidur awal dan bangun awal membuat seseorang sehat, sejahtera dan bijaksana), demikian kata-kata mutiara yang mengandung hikmah dalam bahasa Inggris menyebutkan.

Segera tidur di permulaan malam dan segera bangun tidur sebelum fajar adalah pola hidup Islami.  Islam menuntun manusia untuk menjalani hidup sesuai dengan sunatullah dan secara alami, Islam juga memberikan pedoman pola hidup yang sehat, dan bahkan mengajak manusia untuk hidup sehat.

Di beberapa ayat, al-Qur'an menyebutkan malam adalah untuk istirahat (tidur), sedangkan siang (baca: pagi hingga sore hari) untuk melakukan berbagai aktifitas kehidupan seperti mencari karunia Allah. Salah satu ayat menyebutkan: "Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (QS. 28:73)

Rasulullah saw. telah mencontohkan pola hidup ini dengan segera tidur pada permulaan malam dan segera bangun sebelum fajar menyingsing atau tepatnya di akhir malam untuk bertahajjud (HR. Bukhari).

Sejak diutus menjadi rasul hingga akhir hayatnya, Rasulullah saw. selalu menghidupkan akhir malam dengan bertahajjud hingga bengkak kedua telapak kaki beliau (HR. Bukhari). Beliau menyatakan makruh hukumnya meninggalkan tahajjud bagi orang yang biasa bertahajjud (HR. Bukhari). Bahkan beliau tetap bertahajjud meskipun sedang menunggang unta ketika dalam perjalanan (HR. Bukhari). Pola hidup ini membuat beliau terkenal sebagai sosok yang mempunyai kesehatan fisik dan mental yang prima, dan sebagai sosok yang bijaksana dan kata-katanya penuh dengan hikmah.

Pola hidup ini adalah pola hidup yang alami. Suasana malam yang gelap tanpa ada sinar matahari, sunyi, tenang dan lebih dingin dibanding siang adalah suasana yang kondusif untuk bisa tidur dengan tenang dan nyenyak, Hewan adalah makhluk hidup yang menjalani kehidupan sesuai dengan sunatullah. Hewan tidak mempunyai akal dan nafsu yang menjadikan mereka mempunyai kemampuan dan kemauan melawan sunatullah. Hewan hidup menurut instingnya. Insting menuntun hewan – kecuali binatang malam seperti kelelawar - untuk tidur dan tidak beraktifitas di malam hari.

Di zaman yang sarat dengan teknologi canggih ini – yang mampu membuat malam menjadi terang benderang, hidup dan meriah - kehidupan malam telah menjadi kebiasaan, kebutuhan, bahkan kebanggaan bagi manusia modern. Tidak sedikit manusia modern termasuk kaum Muslimin yang melakukan berbagai aktivitas di malam hari yang membuat terlambat tidur atau bahkan tidak tidur sama sekali. Ada begitu banyak aktifitas yang mereka lakukan baik yang berkaitan dengan kehidupan akhirat maupun kehidupan dunia. Ada yang penting, bermanfaat, darurat, positif dan ada yang tidak seperti menonton TV dan bersenang-senang di klub malam atau di cafe.

Beraktifitas hingga tengah malam, dini hari atau bahkan hingga terbit fajar adalah praktek melawan sunatullah kecuali bagi mereka yang melakukan tugas-tugas penting dan darurat yang menyangkut hajat dan keselamatan hidup orang banyak dan tidak bisa tidak harus dilakukan di malam hari seperti para petugas keamanan dan petugas kesehatan. Juga bukan praktek melawan sunatullah, tidur awal dan bangun awal untuk melakukan aktivitas-aktivitas positif dan bermanfaat seperti belajar bagi penuntut ilmu, menulis bagi penulis, dan "taqorrub ilallah" (mendekatkan diri kepada Allah) bagi ibadurrahman (hamba-hamba Allah) dengan bertahajjud, memohon ampun, berdo'a, membaca dan mengkaji Al-Qur'an, dan berdzikir. Justru sedikit tidur di malam hari untuk beribadah kepada Allah di akhir malam adalah ciri orang yang bertakwa (QS. 51:15-18).

Penulis adalah ketua FUSSI (Forum Ukhuwah Sarjana Studi Islam) di IIUM dan mahasiswa program Master Ulumul Qur'an di IIUM (International Islamic University Malaysia)

Sabtu, 30 Oktober 2010

Bagaimana Menghafal Al-Quran?


Jiwa yang tak pernah dibacakan Al-Quran, seperti kuburan. Sepi, sendirian, dan kering-kerontang. Zaman ini, sedikit sekali orang-orang yang hafal Al-Quran. Kita bisa melihat, para orang tua lebih resah kalau anaknya tidak bisa matematika atau bahasa Inggris, ketimbang tidak tahu Al-Quran. Padahal, itu adalah keluarga Muslim. Padahal, sebagai orang Islam, kita harus yakin, hanya Al-Quran lah sebagai petunjuk hidup kita.
Ketika zaman semakin berputar mengikuti arus syahwat manusia, selayaknya lah kita sebagai orang Islam (mungkin) harus mulai kembali menanamkan azam dan niat, tekad dan keinginan untuk mulai menghafal Al-Quran.
Dan untuk memudahkan menghafalnya, ada beberapa teknik dan persiapan yang khusus yang bisa dipakai. Beberapa di antaranya:
  • lkhlaskan niat dan bersabar
  • Jangan lupa baca basmillah dulu
  • Berdoa kepada Allah swt
  • Bersih dari hadas kecil dan besar
  • Sebaiknya menghadap kiblat
  • Memakai pakaian putih yang bersih dan menutup aurat
  • Jangan banyak berkata dan ketawa ketika membaca dan menghafal
  • Memberikan perhatian sepenuhnya
  • Jangan membaca ketika mengantuk atau menguap
  • Berhenti membaca ketika ingin buang angin
  • Salat dua rakaat sebelum memulai
SEBELUM MENGHAFAL
  1. Mempunyai azam dan minat untuk menghafal
  2. Memilih waktu yang sesuai untuk menghafal
  3. Memilih tempat yang sesuai untuk menghafal
  4. Berada dalam keadaan tenang
  5. Tenangkan pikiran sebelum menghafal
  6. Pilih sebuah jenis mushaf dan jangan ubah dengan jenis mushaf lain
  7. Beristighfar, membaca selawat dan doa sebelum mulai menghafal
TEKNIK-TEKNIK MENGHAFAL
A. Teknik “Chunking” (potongan-potongan)
  • Mengelompokan ayat yang panjang dalam beberapa bagian yang memang sesuai mengikuti arahan guru atawa ustadz, jika belajar bersama mereka
  • Mengelompokan awal surat pada beberapa bagian (2 atau 3 bagian) yang sesuai
  • Mengelompokan surat dalam beberapa bagian, contohnya mengikut pertukaran cerita
  • Mengelompokan juz kepada beberapa bagian mengikut surah, hizib, rubu’, cerita dan sebagainya
  • Mengelompokan kelompok surah, setiap 10 juz dan sebagainya
B. Teknik Mengulang
  • Membaca sepotong atau sebagian ayat sekurang-kurangnya lima kali sebelum mulai menghafalnya
  • Membaca ayat yang telah dihafal berulang-ulang kali (10 atau lebih)
  • sebelum berpindah ke ayat seterusnya
  • Selepas menghafal setiap setengah halaman, harus diulang beberapa kali sebelum diteruskan bagian yang setengah halaman lagi
  • Sebelum menghafal bagian Al-Qur’an seterusnya, harus diulang bagian yang sebelumnya.
C. Teknik Menghafal Dengan Teman
  • Pilih seorang teman yang sama-sama berminat
  • Orang pertama membaca dan disimak oleh orang kedua
  • Orang kedua membaca dan disimak oleh orang pertarna
  • Saling menyebut ayat antara satu sama lain
E. Teknik Mendengar Kaset/CD
  • Pilih seorang qari yang baik bagi seluruh Alquran atau beberapa qari bagi surah-surah tertentu
  • Sebelum mulai menghafal, dengar bacaan ayat-ayat yang ingin dihafal beberapa kali
  • Amati cara, lagu dan tempat berhenti bacaan qari tersebut sehingga terpahat di pikiran
  • Mulai menghafal ayat-ayat tersebut dengan cara dan gaya qari tersebut
  • Sentiasa mendengar kaset/CD bacaan Alquran dan kurangi atau tinggalkan mendengerkan lagu-lagu kerana akan mengganggu penghafalan
F. Teknik Merekam
  • Rekam bacaan kita di dalam kaset dan dengarkan lagi untuk memastikan bacaan dan hafalan yang betul
  • Bagi kanak-kanak, rekam bacaan ibu-bapa atau guru kemudian diikuti oleh bacaan kanak-kanak tersebut
  • Minta kanak-kanak tersebut mendengar kembali rekaman tersebut beberapa kali hingga menghafalnya
G. Teknik Menulis
  • Tulis kembali surat yang telah dihafal. Kemudian cek lagi dengan mushaf.
  • Menulis setiap ayat pertama awal surat, atau setiap rubu’, atau setiap juz, atau setiap surah dalam sehelai kertas.
MEMELIHARA HAFALAN
  1. Jauhi maksiat mata, maksiat telinga dan maksiat hati
  2. Banyak berdoa, terutama waktu mustajab doa seperti ketika berbuka puasa, ketika dalam perjalanan, selepas azan dan lain-lain lagi
  3. Menetapkan kadar bacaan setiap hari, contohnya, selembar, setengah juz, 1 juz dan sebagainya
  4. Membaca pada waktu pagi dan mengulangnya pada waktu malam
  5. Jangan membaca ketika sedang bosan, marah atau ngantuk
  6. Menulis setiap ayat yang mutasyabih

Tegakkan “Bismillah”, Semua Akan Mudah

Dengan basmalah, Umar bin Khathab berkirim surat kepada sungai Nil hingga sungai itu kembali mengalir

Oleh: Shalih Hasyim*

SURAT Al-Fatihah dimulai dengan bismillah tanpa alif, supaya ringan diucapkan. Di sini disebut nama Allah SWT. Induk dari asmaul husna (nama-nama Allah Yang Maha Indah). Nama-nama lainnya mengikuti nama itu. Makna lafazh Allah itu sendiri mengadung makna Yang dipuja dan diibadahi dengan benar, mengabdi dengan puncak cinta dan pengagungan.

Bagaimana bismillah itu bisa merasuk dan menjelma menjadi sebuah kekuatan maha dasyat bagi manusia?

Agar tidak terjadi disconnect dengan nilai-nilai yang diterapkan dalam surat Al-Fatihah, maka harus memenuhi persyaratan sumber daya manusia yang memiliki pondasi iman yang kuat, mempunyai pribadi dengan cita-cita suci berquran, dirinya sudah ditazkiyah sedemikian rupa, dan spirit berdakwah terus berkobar, maka Allah SWT  akan memberi rekomendasi sebagai kekasih-Nya (waliyyuhu), khalifah-Nya (khalifatuhu). Dengan demikian, kita boleh menggunakan nama-Nya, Allah SWT.

Dengan menyertakan nama-Nya, maka pikiran dan tindakan kita tidak cacat, tidak terputus pahalanya, dan tidak hilang barakahnya. Ajdzam, aqtho’ dan abtar.

“Tiap-tiap pekerjaan yang penting, kalau tidak dimulai dengan Basmalah, dengan nama Allah SWT, maka ia akan terputus.” (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Kekuatan dan keutamaan basmalah sudah banyak teruji dan banyak ditunjukkan dalam berbagai kisah-kisah. Dengan basmalah, seseorang bisa meruqyah (menjampi) orang yang terkena gangguan jin.

“Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allahlah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku menjampimu.” (HR. Muslim).

Dengan basmalah Nabi Sulaiman berhasil mendakwahi Ratu Bilqis.

 “Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
(QS. An-Naml (27) : 30).

Dengan basmalah pula, Rasulullah SAW mengirim surat kepada Raja Heraclius.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammd Rasulullah, kepada Heraclius Kaisar Romawi. Semoga keselamatan telimpahkan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba’dahu, masuk islamlah, niscaya engkau akan selamat, dan Allah akan memberikan pahala untukmu dua kali.” (HR. Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud).

Nabi Nuh berhasil naik perahu untuk menyelamatkan kaumnya juga dengan basmalah.

Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Hud (11) : 41)

Marilah kita jujur dan bertanya pada diri kita masing-masing. Mengapa anak-anak kita sulit kita kendalikan? Jangan-jangan, kita tak pernah berdoa dan membaca basmalah saat menggauli istri. Jadilah anak-anak kita jauh dari sinar dan cahaya ilahi.

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami.”  (HR.Bukhari dan Muslim).

Untuk menaklukkan Sungai Nil yang tak mau mengalirkan airnya, Umar bin Khathab berkirim surat kepada sungai Nil dengan menggunakan basmalah.

Bismillahirrahmanirrahim

Dari Umar Amirul Mukminin Kepada Sungai Nil

Apabila engkau mengalir karena kemauanmu sendiri, tak usahlah engkau mengalir. Namun, apabila engkau mengalir karena Allah, aku mohon kepada Allah untuk mengalirkanmu.

Wassalam.

Marilah kita mentradisikan basmalah dalam mengawali semua pekerjaan. Apa saja. Jadilah Presiden, menteri, jaksa, hakim, pengacara, polisi, dengan memulai basmalah. Dan menjadikan “nama Allah” ini menjadi bagian hidup dan kehidupannya. Jangan pernah melakukan pekerjaan apapun, dan amanah apapun sampai jauh dari “basmalah”.

Sebagai muslim kita dituntun memulakan semua pekerjaan dengan basmalah dan mengakhiri dengan membaca alhamdulillah. Karena apapun yang kita miliki, baik berupa harta, ilmu, kekuasaan, pengaruh, semua itu atas fadhal (keutamaan) dari Allah SWT.

“Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. An-Nur (24) : 21).

Selanjutnya selalu menyebar kasih sayang (ar Rahmanirrahim). Kasih sayang akan dicabut, jika masing-masing individu mengejar jabatan, massa, pengaruh, income, dan kepentingan pribadi. Bukan untuk iqamatul haq. Dan menegakkan syariat Islam (maaliki yaumiddin). Karena penguasa langit dan bumi, dunia dan akhirat adalah Allah SWT. Dan mendahulukan kewajiban daripada hak. Menerapkan pola kepemimpinan imamah dan jamaah (iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in). Imam memiliki hak veto, tetapi setiap saat bisa dikontrol, apakah dalam menerapkan kepemimpinannya sesuai dengan syariat.

Dengan basmalah, selalu memuji-Nya, semangat melayani, menyebarkan kasih sayang, mendahulukan kewajiban daripada hak, berimamah dan jamaah, menegakkan syariat, agar kehidupan kita memperoleh jalan yang lurus (shirathal mustaqim). Nilai-nilai ketuhanan mendominasi di dalamnya. Bukan kecerdasan individu dan kepintaran kolektif, suara minoritas, suara mayoritas, kepentingan pemodal, dan kontaminasi selain-Nya.

Kesimpulannya, dalam surat Al-Fatihah diusahakan tegak kalimat tauhid uluhiyyah, rububiyyah, asma was sifat (bismillah, alhamdulilah, arrahmanirrahim), syariat dijunjung tinggi (maliki yaumiddin), selalu beribadah dan menegakkan imamah shughra dan imamah kubra, diminasinya sistem kehidupan islami (shirathal mustqim), meneladani figur orang-orang yang memperoleh nikmat Islam (menoleh sejarah masa lalu). Dan berlepas diri dari pengaruh Yahudi dan Nasrani. Baik dalam konsep ideologi, pendidikan, sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan, serta pertahanan kemanan.

Jika kalimah tauhid dan sifat-sifat Allah itu telah menjiwai dalam setiap kehidupan kita, pada akhirnya nanti akan melahirkan figur teladan yang telah dijanjikan Allah. Meraka adalah para Nabi, Syuhada, Shiddiqun, Syuhada, dan orang-orang shalih. 

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.”
(QS. An Nisa (4) : 69).

Penulis adalah kolumnis www.hidayatullah.com, tinggal di Kudus, Jawa Tengah

Tujuh Kiat Tinggalkan Maksiat

Bahkan di saat istirahat dan di tempat yang kita anggap aman dari gangguan mata, masih saja ada kesempatan bermaksiat

“Tiada hari tanpa maksiat”, kata ini mungkin lebih tepat untuk suasana hidup di zaman ini. Di kantor, di kampus, di jalan, bahkan di rumah sendiri, fasilitas maksiat tersedia.

Di kantor, godaan maksiat ada di mana-mana. Teman, orang luar, bahkan diri sendiri. Jika tidak karena iman, bukan mustahil akan mudah bermaksiat di hadapan Allah baik dengan terang-terangan atau tersembunyi. Kesempatan terbuka luas. Jadi kasis kita bisa memanipulasi uang, jadi pemasaran kita bisa memanipulasi dan korupsi waktu.  

Televisi kita 24 jam menyediakan tontonan penuh fitnah dan umbar aurat. Bahkan di saat istirahat dan di tempat yang kita anggap aman dari gangguan mata, masih saja ada kesempatan bermaksiat.

Memang, meninggalkan maksiat adalah pekerjaan yang tidak ringan. Ia lebih berat daripada mengerjakan taat (menjalankan yang diperintah oleh Allah dan Rasul-Nya), karena mengerjakan taat disukai oleh setiap orang, tetapi meninggalkan syahwat (maksiat) hanya dapat dilaksanakan oleh para siddiqin (orang-orang yang benar, orang-orang yang terbimbing hatinya).

Terkait dengan hal tersebut Rasulullah Sallallahu aalaihi wa sallam. bersabda: "Orang yang berhijrah dengan sebenarnya ialah orang yang berhijrah dari kejahatan. Dan mujahid yang sebenarnya ialah orang yang memerangi hawa nafsunya."

Apabila seseorang menjalankan sesuatu tindak maksiat, maka sebenarnya ia melakukan maksiat itu dengan menggunakan anggota badannya. Orang yang seperti ini sejatinya telah menyalahgunakan nikmat anggota tubuh  yang telah dianugerahkan Allah pada dirinya. Dalam bahasa lain dapat dikatakan, ia telah berkhianat atas amanah yang telah diberikan kepadanya.

Setiap kita berkuasa penuh atas anggota tubuh kita, pikiran dan jiwa kita. Akan tetapi, terkadang, kita begitu susah menggendalikan apa yang menjadi ‘milik kita’ itu. Tangan, mata, kaki dan anggota tubuh yang lain, kerap bergerak diluar kendali diri, yang tak jarang bertentangan dengan idealisme atau nilai-nilai keyakinan  yang kita anut dan kita yakini. Padahal, rekuk relung kalbu  kita bersaksi bahwa semua anggota tubuh itu, kelak  akan menjadi saksi atas segala perbuatan kita di Padang Mahsyar.

Firman Allah SWT : "Pada hari ini (Kiamat) Kami tutup mulut-mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian lah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka lakukan (di dunia dahulu)." (Yassin:  65).

Bagaimana agar kita selamat dari maksiat?

Di bawah ini beberapa ikhtiar, yang bila dijalankan secara sungguh-sungguh, insya Allah membawa faedah.

1. Menjaga Mata

Peliharalah mata dari menyaksikan pemandangan yang diharamkan oleh Allah SWT seperti  melihat perempuan yang bukan mahram. Hindari, atau minimal kurangi-- untuk pelan-pelan tinggalkan sejauh-jauhnya--  melihat gambar-gambar yang dapat membangkitkan hawa nafsu. Termasuk menjaga mata, janganlah memandang orang lain dengan pandangan yang rendah(sebelah mata/menghina) dan melihat keaiban orang lain.

2. Menjaga Telinga

Menjaga telinga dari mendengar perkataan yang tidak berguna seperti: ungkapan-ungkapan mesum/kotor/jahat. Poin kesatu dan kedua ini menjadi tidak mudah di saat di mana gosip telah menjadi komuditas ekonomi. Gosip telah menjadi kejahatan berjamaah yang dianggap hal yang lumrah dilakukan, dan wajib ditonton dan disimak. Kehadirannya disokong dana yang tidak sedikit, dimanajeri, ada penulis skenarionya, ada kepala produksinya, ada reporternya dan seterusnya.

Rasulullah S.A.W. bersabda : "Sesungguhnya orang yang mendengar (seseorang yang mengumpat orang lain) adalah bersekutu (di dalam dosa)dengan orang yang berkata itu. Dan dia juga dikira salah seorang daripada dua orang yang mengumpat."

Oleh karenanya, menjaga mata-telinga adalah pekerjaan yang memerlukan energi dan kesungguhan yang kuat dan gigih.

3.Menjaga Lidah

Lidah adalah anggota tubuh tanpa tulang yang kerap mengantarkan pada perkara-perkara besar. Kehancuran rumah tangga, pertengkaran sahabat karib, hingga peperangan antar negara, dapat dipicu dari sepotong daging kecil di celah mulut kita ini.

Rasulullah Saw. bersabda : “Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya.” (Riwayat Athabrani dan Al Baihaqi)

Jagalah lidah dari perkara-perkara seperti berbohong, ingkar janji, mengumpat, bertengkar / berdebat / membantah perkataan orang lain, memuji diri sendiri, melaknat(mncela) makhluk Allah, mendoakan celaka bagi orang lain dan bergurau( yang mengandung memperolok atau mengejek) orang lain.

4. Menjaga Perut

Yang hendaknya selalu di ingat:  perut kita bukan tong sampah! Input yang masuk ke dalam perut akan berpengaruh langsung/tidak langsung terhadap tingkah laku/sikap/tindakan kita. Karenanya, peliharalah perut dari makanan yang haram atau yang syubahat. Sekalipun halal, hindari memakannya secara berlebihan. Sebab hal itu akan menumpulkan pikiran dan hati nurani. Obesitas (kelebihan berat badan) adalah penyakit modern sebagai akibat lain dari tidak terkontrolnya urusan perut. 

5. Menjaga Kemaluan

Kendalikan sekuat daya dorongan melakukan apa-apa yang diharam kan oleh Allah SWT. Firman Allah-Nya:"Dan mereka yang selalu menjaga kemaluan mereka, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau apa-apa yang mereka miliki (daripada hamba jariah) maka mereka tidak tercela." (Al Mukminun:  5-6)

6.Menjaga Dua Tangan

Kendalikan kedua tangan dari melukai seseorang (kecuali dengan cara hak seperti berperang, atau melakukan balasan yang setimpal). Katakan “stop”, pada tangan, ketika akan bertindak sesuatu yang diharamkan, atau menyakiti makhluk Allah, atau menulis sesuatu yang diharamkan atau menyakiti perasaan orang lain.

7.Menjaga Dua Kaki

Memelihara kedua kaki dari berjalan ke tempat yang diharamkan atau berjalan menuju kelompok orang atau penguasa yang zalim tanpa ada alasan darurat karena sikap dan tindakan itu dianggap menghormati  kezaliman mereka, sedangkan Allah menyuruh kita berpaling dari orang yang zalim.

Firman Allah SWT. : "Dan jangan kamu cenderung hati kepada orang yang zalim, nanti kamu akan disentuh oleh api neraka." (Hud: 113)

Pintu-pintu bagi masuknya maksiat terbuka lebar pada ketujuh anggota tubuh di atas. Pun kunci-kuncinya ada dalam genggaman tangan kita untuk membendungnya. Jadi, semua kembali kepada manusianya. Tentu hamba Allah yang cerdik, adalah mereka yang  mempergunakan amanah tubuh untuk senantiasa berjalan di atas rel keridhaan-Nya.

Akhirul kalam, ada sebuah hadits Nabi mengatakan, “Barangsiapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena takut kepada Allah, maka ia akan mendapatkan keridhaan-Nya.” (Riwayat Abu Ya’li). Nah, bagaimana dengan kita?  [Ali Athwa/hidayatullah.com]

Selasa, 12 Oktober 2010

Kenapa Gairah Membaca Menurun


Quote:
Mengenai manfaat membaca, saya kira, tak ada yang membantah lagi kalau aktivitas ini mampu menjadi wahana untuk membangun peradaban bangsa yang lebih terhormat dan bermartabat.
Quote:
Betapa penting dan vitalnya aktivitas membaca ini dalam dinamika kehidupan umat manusia. Tidak berlebihan memang kalau pemerintah pun melakukan kebijakan literasi.
Quote:
Namun, secara jujur harus diakui, kebijakan semacam itu belum diimbangi dengan langkah serius dan intensif dalam membudayakan aktivitas membaca. Harga buku masih terbilang mahal untuk ukuran rata-rata kantong masyarakat kita. Demikian juga rata-rata kondisi perpustakaan. Kondisi perpustakaan sekolah rata-rata lebih parah lagi. Sering dibiarkan terpuruk dan tak terurus.

Quote:
"Membaca" Indonesia dalam budaya membaca seperti berhadapan dengan cermin buram. Kabur dan tidak jelas. Dalam pandangan ALFATHRI ADLIN, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sebagian besar penduduknya merupakan masyarakat praliterasi yang dihantam oleh gelombang posliterasi (televisi, internet, handphone, dan sebagainya). Mentalitas praliterasi lebih didominasi tradisi lisan atau obrolan. Kelemahan masyarakat praliterasi adalah kecenderungannya memerhatikan efek atau aura dari suatu permasalahan. Hal ini dikarenakan mentalitas praliterasi cenderung tidak menumbuhkan kemampuan berjarak dari suatu fenomena, berefleksi terhadap pengalaman, serta menyusunnya secara sistematis. Manusia praliterasi cenderung reaktif dan spontan.
Quote:
Persentuhan dengan berbagai media posliterasi tanpa arah malah menghasilkan sikap penggunaan teknologi canggih sebatas untuk ngobrol ngalor-ngidul. Kondisi semacam itu lebih problematis dengan masuknya gelombang posliterasi dalam bentuk negatif dan tidak produktif. Warnet dipenuhi mahasiswa yang kecanduan chatting. Telefon jadi media ngerumpi sinetron dan gosip artis oleh ibu rumah tangga. Handphone memunculkan kebiasaan baru berupa SMS parodi dan konyol (mungkin hanya di Indonesia terbit buku berisi SMS semacam itu dan laku keras). Bukan rak buku, lampu baca atau perpustakaan pribadi yang umumnya jadi pertimbangan masyarakat Indonesia dalam menata rumah, tapi ruang menonton keluarga dan letak televisi yang nyaman. Akibatnya, minat baca yang minim malah terjadi juga di masyarakat literasi Indonesia (yaitu, mereka yang bisa mengenyam pendidikan tinggi), ditambah pendidikan yang tidak inspiratif. Hal itu menyuburkan apresiasi dan cara berpikir yang dangkal.
Quote:
Ironis! Persentuhan dan keakraban masyarakat kita terhadap produk-produk posliterasi bukannya menumbuhkan budaya yang positif, melainkan justru melahirkan budaya-budaya “purba” sekaligus mengembalikan naluri bangsa sebagai bangsa yang malas membaca.
Quote:
Kondisi masyarakat kita yang semacam itu bisa jadi tak jauh berbeda seperti yang disinyalir oleh Emile Durkheim melalui istilah anomi-nya. Satu kaki masih kuat menancap pada akar-akar tradisi dengan berbagai ikon primordialismenya, tetapi kaki yang lain sudah menginjak pada akar-akar modernisasi dengan berbagai ikon globalismenya. Kondisi anomie, disadari atau tidak, telah melahirkan situasi “gegar budaya” yang menimbulkan imbas sejumlah ironi, ambigu, dan kebingungan- kebingungan. Produk-produk posliterasi yang seharusnya makin mengakrabkan masyarakat kita pada aktivitas membaca, tetapi justru melahirkan budaya baru yang makin jauh meninggalkan budaya literasi.
Quote:
Problem mendasar yang dihadapi bangsa ini sebenarnya juga terletak pada faktor keteladanan. Di tengah-tengah masyarakat kita yang masih kuat nilai-nilai paternalistiknya, orang-orang yang berada di lapisan bawah cenderung akan melihat pada kultur dan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di lapisan atasnya. Ketika orang-orang yang seharusnya menjadi anutan, orang tua, tokoh masyarakat, atau figur publik lainnya, malas membaca, jangan salahkan kalau orang-orang yang berada di lapisan bawah akan mengadopsi dan mengadaptasi kultur yang iliterate semacam itu. Demikian juga di bangku pendidikan. Bagaimana mungkin para murid memiliki kultur membaca yang baik kalau sang guru tidak mampu menunjukkan keteladanan gemar membaca buku. Bahkan banyak guru yang dengan amat bangga dan merasa dirinya paling hebat kalau di kelas tidak membawa buku. Materi pelajaran sudah hafal di luar kepala.
Quote:
Budaya membaca juga sangat erat kaitannya dengan kultur sebuah generasi. Mengharapkan generasi sekarang agar menjadi teladan bagi anak cucunya dalam membudayakan gemar membaca agaknya juga sulit diharapkan kontribusinya. Keterpukauan terhadap produk posliterasi telah melahirkan budaya baru yang makin menjauhkan generasi masa kini untuk gemar membaca. Yang perlu dilakukan sekarang adalah melahirkan generasi baru yang dengan amat sadar menjadikan aktivitas membaca sebagai sebuah kebutuhan (bukan kewajiban).
Quote:
Sudah amat lama stigma sebagai bangsa yang malas membaca menempel di dalam tubuh bangsa ini. Lahirnya banyak ketimpangan sosial, kebijakan yang salah prosedur, bahkan juga meruyaknya berbagai kebocoran anggaran, saya kira juga disebabkan oleh para pejabat dan elite negeri ini yang malas membaca. Entah sudah berapa kali hal-hal yang fatal terjadi akibat kelengahan kita yang malas membaca.
Quote:
Ini menjadi PR kita semua untuk melakukan trik dan kiat jitu agar pada setiap lapisan dan lini masyarakat kita muncul budaya INDONESIA MEMBACA. Kita bayangkan pada setiap kelompok dan kerumunan muncul “komunitas membaca” sehingga –dengan bekal dan kemampuan membacanya itu– bisa ikut berkiprah dalam memecahkan berbagai problem yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsanya.

Senin, 04 Oktober 2010

Cara Membuat Lingkaran tanpa alat bantu apapun!!

Pernahkah anda membuat sebuah lingkaran langsung dengan tangan anda, tanpa bantuan alat seperti jangka, koin, kaleng roti, tutup panci, tutup drum BBM..wah keknya terlalu berlebihan nihh..wekekekek..Pasti hasilnya Mletat Mletot atau dalam bahasa Indonya aneh, atawa ga sempurna. Kadang hasilnya lonjong, elips kayak telur, kadang garis awal sama garis akhir ga ketemu dan lain-lain. Kenapa ya hal itu bisa terjadi, mungkin ada sahabat yang tahu dan bisa sharing disini..

Tapi menggambar lingkaran dengan bulat sempurna tanpa bantuan alat bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Ada beberapa orang yang dapat melakukannya dengan menggunakan beberapa teknik salah satunya adalah Alexander Overwijk, ga percaya,silahken lihat videonya, atau jika koneksi ga memungkinkan, berikut ini cuplikannya 

 


Berdiri dengan posisi menyamping, tangan rileks membentuk sudut 160 derajat, jangan lupa baca bismillah, dan mulai menggambar dengan tenang 
 
 
 
 


Usahakan lakukan dengan tenang dan fokus, badan jangan banyak bergerak
 
 
 
 

Konsentrasi, jangan arahkan pandangan pada gerakan tangan/jari anda






Jangan rubah posisi tangan dan tubuh saat gambar hampir selesai
 
 

   
Jika posisi dan gerakan tangan anda sempurna, anda tidak perlu menyesuaikan titik pertemuan garis awal dan akhir, karena dengan sendirinya akan bertemu








Hasil akhirnya, The Perfect Circle

Minggu, 03 Oktober 2010

5 Cara Melatih Kita Berpikir Kreatif


KREATIF
Kreatif” hanyalah sebuah kata pendek dan sederhana. Namun, berkat pemikiran kreatif, kesuksesan besar, semisal kemajuan teknologi, industri, dan bidang lain, terjadi. Tidak berlebihan bila dikatakan, berpikir kreatif merupakan kunci keberhasilan.



Lalu, bagaimana cara untuk bisa berpikir kreatif? Berikut ini cara yang bisa dicoba :

1.Berpikir, semua bisa dilakukan



Yakinlah, sesuatu yang akan kita kerjakan mampu kita selesaikan. Artinya, harus optimis. Buang ungkapan bernada pesimis. Misal, ”Saya mungkin bisa mengerjakan”. Ganti dengan ungkapan penuh optimisme. Contoh, ”Saya pasti bisa mengerjakannya”, ”Bagi saya tidak ada kata menyerah!”. Pernyataan optimis melatih kita berani masuk ke persoalan. Pola pikir pun berkembang, karena dipaksa memeras otak untuk mewujudkan tekad itu.

2. Hilangkan cara berpikir konservatif
 
Pola berpikir konservatif ditandai dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan, meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya konservatif, perubahan ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan sebagai ancaman. Karena merasa nyaman atau diuntungkan dengan cara konservatif, ketika dituntut untuk mengubah pola pikir, kita takut akan mengalami kerugian. Hendaknya disadari, cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif karena pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Padahal dalam berpikir kreatif unsur statis semestinya dihilangkan. Mulailah berpikir dinamis, dengan terus mengolah pemikiran untuk menemukan pola pikir efektif.
Ada tiga cara mengurangi atau menghilangkan pola berpikir konservatif.
Pertama, terbuka terhadap masukan. Masukan adalah bahan mentah sangat berharga. Lalu, kita mengolahnya menjadi “barang jadi” lewat pemikiran kreatif. Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan kritik. Karena semua itu merangsang kita berpikir kreatif.
Kedua, mencoba pekerjaan atau hal di luar bidang kita. Untuk ”memperkaya” diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu yang berbeda dari biasanya.
Ketiga, harus proaktif. Kita dituntut ”menjemput bola” dalam menghadapi sesuatu, dan bukan ”menunggu bola”. Bertindak proaktif berarti membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan perhitungan matang. Ini bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas berpikir

3. Tingkatkan kuantitas dan kualitas pekerjaan 
 
 
Jangan cepat puas. Semakin cepat puas berarti menutup diri terhadap pekerjaan lain yang dapat memperkaya perkembangan pemikiran. Kesanggupan menerima pekerjaan lain, berarti kita membuka diri pada tantangan baru. Untuk itu kita dituntut berpikir cerdas dan efektif.
Dua hal perlu dilakukan,
Pertama, tambah kuantitas pekerjaan. Artinya, tidak perlu mengeluh bila di luar kesibukan kita masih ada hal lain yang perlu diselesaikan. Keterbukaan untuk menerima tambahan pekerjaan membuat kita melatih diri. Apakah dalam situasi tertekan, kita masih mampu berpikir? Yang berpikir kreatiflah yang mampu membangkitkan daya pikirnya.
Kedua, perbaiki kualitas hasil kerja. Ini mengandung makna, sekecil apa pun pekerjaan, kita tidak boleh mengabaikan kualitas hasilnya. Karena dari kualitas pekerjaan itu tercermin mutu pemikiran kita. Artinya, kalau pekerjaan kita berkualitas, itu menunjukkan mutu daya pikir kita. Semakin berkualitas hasil pekerjaan kita, semakin berkualitas pula pola berpikir kita.

4. Perbanyak kebiasaan bertanya 
 
 
 Bertanya merupakan indikator bahwa pikiran kita masih ”jalan” dan selalu dinamis. Dengan bertanya, berarti mencoba menguji daya kritis. Kebiasaan bertanya jangan dipahami bahwa kita ”tidak mengerti”. Tetapi harus dipahami sebagai munculnya dinamika pikiran. Bertanya merupakan sarana melatih pengembaraan daya kreativitas. Dengan bertanya, pemikiran kita bertemu dengan pemikiran orang lain yang mengandung hal-hal baru, sehingga cakrawala berpikir kita semakin luas. Juga membuat kita tidak terpaku pada pemikiran diri sendiri. Sebaliknya, kita mencoba meyakinkan apakah pemikiran kita sejalan dengan pemikiran orang lain? Hal ini membuat kita semakin kreatif karena berusaha terbuka terhadap pemikiran dari luar. 

5. Jadi pendengar yang baik


 Menjadi pendengar yang baik berarti sanggup mendengarkan setiap informasi dari luar. Dengan demikian kita mempunyai ”kekayaan”, banyak kesempatan untuk berpikir mengenai yang kita dengar. Apabila ingin menanggapi yang kita dengar, sudah tersedia banyak konsep pikiran untuk digunakan. Menjadi pendengar yang baik berarti mengerti betul setiap informasi yang masuk ke alam pemikiran. Kita dituntut untuk berpikir kreatif, sehingga sanggup merespons sesuai yang dikehendaki oleh dunia luar.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5119081

Kamis, 23 September 2010

Cerita Tentang KEBOSANAN... yang lagi bosen MASUK disini !!!

LANGSUNG AJA

http://4.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/THZoUz2kwmI/AAAAAAAAC84/S9HIEA8BF1c/s1600/baby.jpg


Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan.

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"

Pak Tua :"Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, danmenginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"

Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."

Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"

Pak Tua :"Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."

Tamu :"Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"

Pak Tua:"Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"

Tamu :"Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."

Pak Tua :"Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."

Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"

Pak Tua :"Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan
seterusnya." Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :"Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"

Pak Tua :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."

Tamu :"Contohnya?"

Pak Tua :"Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :"Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:

"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan.

Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.
Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan.

Segala sesuatu berasal dari pikiran.
Berpikir bosan menyebabkan kau bosan.
Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."

Rabu, 22 September 2010

Software Test Buta Warna

test buta warna

Software test buta warna ini cocok untuk digunakan oleh Anda yang hendak mendaftar pada Universitas atau Institut Kemiliteran, karena Anda akan diperiksa apakah Anda mengalami kebutaan warna atau tidak. Oleh sebab itu, Anda dapat menggunakan software berformat flash ini untuk simulasi test kebutaan warna tersebut.


Mungkin Anda merasa heran, kenapa saya menaruh label usil pada software test kebutaan warna ini. Mungkin Anda berpikir seharusnya software ini diberi label kesehatan, test, uji kemampuan, dll. Jika Anda penasaran dan ingin tahu apa sebabnya, silahkan Anda cari tahu sendiri dengan mendownload dan menguji sendiri software yang satu ini.



Download Softwarenya dibawah ini:
Photobucket

Semoga berguna dan bermamfaat...
Sumber: Mampirbro.blogspot.com

Jumat, 17 September 2010

Tips Sederhana Menyelamatkan Bumi!!

Biasakan baca dengan lengkap,
Quote:
Quote:

Peduli Transportasi
  1. Hindari bepergian dengan pesawat terbang apabila jarak tempuh kurang dari 500 km.
  2. Tinggalkan mobil di rumah apabila melakukan perjalanan yang tidak jauh.
  3. Gunakan sepeda untuk perjalanan pendek, selain hemat energi, itu akan membuat Anda bugar!
  4. Gunakan kendaraan umum untuk perjalanan yang jauh. Transport umum merupakan cara terbaik untuk mengurangi emisi karbondioksida dari kendaraan.
  5. Lebih suka pakai mobil? Ajak rekan-rekan sejurusan untuk pergi bersama-sama.
  6. Bila Anda hendak membeli mobil, pertimbangkan untuk membeli kendaraan hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Selain menghemat uang, Anda turut berpartisipasi menyelamatkan Bumi dari CO2.
  7. Gunakan bahan bakar bebas timbal.
  8. Usulkan kepada Pemda untuk menyediakan kendaraan umum yang cepat, nyaman, dan ekonomis.
  9. Apabila harus menggunakan mobil, perhatikan hal-hal berikut:
  10. Matikan mobil apabila menunggu lebih dari 30 detik
    • Cek tekanan ban mobil, karena apabila tekanan kurang 0,5 bar dari normal akan meningkatkan penggunaan bahan bakar sebesar 5%
    • Usahakan untuk tidak memanaskan mobil dalam posisi berhenti. Mobil akan lebih cepat panas apabila dikendarai, sehingga Anda akan menghemat bahan bakar
    • Hindari menggunakan rem secara mendadak karena mengonsumsi bahan bakar dengan cepat.
    • Turunkan bagasi apabila Anda tidak membutuhkannya lagi, karena 100 kilo beban akan menambah penggunaan 1 liter bahan bakar lebih banyak dalam jarak 100 km
    • Coba mengurangi jarak tempuh perjalanan kendaraan Anda tiap minggunya. Semisal, gunakan kendaraan antar jemput bersama untuk ke kantor atau ke sekolah.
Quote:

Kurangi Sampah
  1. Jangan membakar sampah - karena dapat memproduksi bahan kimia berbahaya, serta menghasilkan karbon dioksida yang berkontribusi pada perubahan iklim.
  2. Upayakan penggunaan pupuk dan pestisida organik yang ramah lingkungan - selain dapat mengurangi polusi, produk organik lebih ramah terhadap hewan. Bahan kimia dari pupuk akan terkumpul di lautan dan dapat membahayakan keseimbangan lingkaran-kehidupan.
  3. Tanamlah tanaman anti penyakit dan anti hama.
  4. Gunakan tanaman untuk menolak serangga. Sebagian tumbuhan dan bunga - seperti zodia, sereh dapat mengusir serangan serangga.
Quote:

Hemat Kertas

Menghemat kertas merupakan salah satu kontribusi paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengurangi laju pembabatan hutan alam.
Tanpa sadar, saat kita berjalan-jalan pun kita bisa membuang begitu banyak kertas.
  1. Jangan terima brosur/pamflet/kertas-kertas gratis lainnya yang tidak kamu butuhkan.
  2. Pakai tas kain yang kamu bawa dari rumah daripada memakai kantong kertas atau plastik saat berbelanja.
  3. Gunakan sapu tangan daripada menggunakan tissue.
  4. Gunakan serbet kertas di kafe sesedikit mungkin
  5. Ajak teman dekat atau orang-orang disekitar kamu untuk hemat kertas sehingga budaya positif ini akan dapat terus menyebar.
Quote:

Hemat Energi

Lakukan penghematan dengan menggunakan berbagai alat kebutuhan sehari-hari seperlunya. Menghemat penggunaan listrik juga salah satu cara mengurangi penggunaan bahan bakar yang menjadi pembangkit listrik.! dengan menghemat listrik, kita turut mereduksi emisi CO2 yang menjadi pemicu gas rumah kaca
Quote:

Hemat Energi di Rumah
  1. Matikan lampu dan peralatan elektronik (televisi, komputer, stereo, mesin cuci, oven, hingga video game) bila tidak diperlukan.
  2. Jangan meninggalkan alat elektronik dalam keadaan stand-by.
  3. Memasak air minum? Didihkan sekaligus dalam jumlah banyak, sesuai kebutuhan hari itu. Mau memanaskan air untuk membuat kopi atau teh? Ya, seperlunya saja.
  4. Perlu membeli mesin cuci, kulkas, mesin pencuci piring, atau oven, pilih model yang paling hemat energi yang mampu Anda beli. Memang harganya agak mahal, tapi hanya awalnya saja, kan? Anggap saja investasi, toh Anda tak perlu membayar tagihan mahal lagi.
  5. Nyalakan pemanas air listrik untuk mandi beberapa saat sebelum digunakan dan segera matikan bila tidak dipakai lagi.
  6. Bersihkan saringan penghisap debu. Saringan yang tersumbat menyebabkan motor bekerja lebih berat sehingga menggunakan lebih banyak listrik.
  7. Pasang pemanas tenaga matahari di atap rumah. Jadikan rumah Anda sebagai sumber tenaga!
  8. Pilih lampu yang tepat: daya dan ukuran sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan cahaya alami yang optimal. Lampu dan rumah lampu dijaga selalu bersih.
  9. Ganti lampu yang Anda gunakan dengan lampu hemat energi. Lampu jenis ini menggunakan energi 80% lebih sedikit dan berumur sampai 10 kali lipat lebih panjang dibandingkan lampu biasa. Harganya memang lebih mahal, tetapi Anda dapat menghemat biaya listrik.
  10. Sesuaikan jumlah titik dan daya (Watt). Menggunakan banyak titik lampu dengan daya rendah akan lebih hemat energi dan baik untuk kondisi mata dibandingkan menggunakan 1 titik dengan daya besar.
  11. Jangan biarkan keran mengalir terus menerus. Air termasuk sumber daya yang perlu dihemat.
  12. Mandi dengan shower? Tidak perlu berlama-lama berdiri di bawahnya ketika air terus mengalir.
  13. Dan, bila Anda berpikir untuk pindah rumah, kenapa tidak pilih atau buat rumah yang ramah lingkungan?
Quote:

Hemat Energi di Kantor/Sekolah
  1. Matikan monitor komputer pada saat makan siang atau istirahat. Sebelumnya simpan dulu pekerjaan yang sedang menunggu diselesaikan.
  2. Pastikan semua peralatan kantor dimatikan ketika malam hari atau pada saat akhir minggu.
  3. Matikan layar komputer apabila sedang beristirahat makan siang.
  4. Matikan lampu ketika ruangan tidak digunakan.
  5. Hemat kertas (dan juga energi yang digunakan saat memproduksinya) dengan mencetak dikedua sisi dan dengan menggunakan kembali kertas bekas.
  6. Belilah perangkat kantor, seperti komputer, printer, dan mesin fotokopi yang hemat energi.
  7. Bila perlu, atur "energy audit" secara berkala untuk gedung Anda. Para ahli energi akan menganalisa kapan dan dimana saja terjadi pemborosan energi dan apa yang bisa dilakukan agar energi tersebut bisa digunakan secara lebih efisien. Audit ini biasanya gratis. Termasuk audit untuk proses produksi dan kendaraan yang dipakai oleh semua pemakai gedung.
Quote:

Peduli Organik

Dengan peduli pada produk organik, kita ikut “menolong” tanah menyimpan karbon dan mengurangi pelepasan CO2.
  1. Konsumsi makanan lokal. Jika produk makanan ini tak perlu didistribusikan dalam jarak jauh berarti lebih sedikit CO2 yang dikeluarkan mobil-mobil pengangkutnya.
  2. Konsumsi buah dan sayur mayur sesuai musimnya. Sekali lagi, kita turut menghemat biaya transportasi yang harus ditanggung sehingga kita tidak perlu membeli buah dan sayur mayur tersebut dengan harga mahal.
  3. Tanam buah dan sayur mayur kita sendiri di halaman. Tidak sesulit yang kita kira, kok.
Quote:

Peduli Hijau

Benar, menanam lebih banyak pohon akan menyerap karbondioksida dalam jangka pendek, tapi pepohonan ini juga melepas karbondioksida ketika mereka mati. Tapi ada alasan lain kenapa kita harus tetap menanam pohon:
  1. Menahan angin keras atau sebagai penahan panas sinar matahari langsung.
  2. Sebisa mungkin tanam pohon di halaman Anda. Lebih baik lagi menanam pohon yang sedikit menyerap air.
  3. Ketika memangkas rumput, lakukan dengan pisau tajam dan hanya ketika memang perlu dipangkas. Tidak perlu terlalu sering. Akhirnya, sirami rumput dan pepohonan dengan serentak. Semua tindakan ini mendukung gaya

Rabu, 15 September 2010

Software Termometer Untuk PC/Laptop

cpu thermometer

Seberapa panaskah suhu PC atau laptop Anda? PC/Laptop juga sama seperti manusia yang memiliki suhu tubuh yang apabila suhu tersebut sangat panas akan berakibat fatal. Mungkin Anda yang sering beraktifitas sehari-hari dengan PC/laptop selama berjam-jam, Anda lupa atau malas untuk mematikan sejenak komputer Anda agar suhu mesinnya menurun. Bahkan terkadang kita sering meninggalkan PC/laptop kita dalam keadaan hidup sedangkan kita pergi karena ada urusan lain.

Panasnya suhu PC/laptop akan berakibat buruk dalam performa mesin bagi laptop/PC tersebut. Mesin PC anda akan cepat panas padahal baru saja Anda gunakan. Untuk itu biasanya kita mengakalinya dengan memasang fan (kipas angin)untuk laptop/PC agar dapat mengurangi tinggkat panas suhu dari laptop/PC tersebut.

Agar Anda dapat mengetahui berapa suhu PC/laptop Anda saat Anda menggunakannya, Anda dapat memakai bantuan dari software gratis bernama "CPU Thermometer", dari namanya saja kita dapat tahu fungsi dan kegunaannya, yaitu menggontrol dan melihat suhu dari PC/Laptop kita. Gunakanlah software ini untuk mengetahui suhu panas dari PC/Laptop Anda agar PC/Laptop Anda awet.

Download CPU Thermometer dibawah ini:


Semoga berguna dan bermamfaat...
 
Sumber: mampirbro.blogspot.com

Aplikasi Random Ayat (Al-Qur’an) Di Facebook


Aplikasi Random Ayat (Al-Qur’an) di facebook dikhususkan bagi pengguna muslim. Dengan menggunakan aplikasi ini, maka secara otomatis akan muncul potongan-potongan ayat dalam Al-Qura’an pada status fb Anda. Aplikasi ini cocok bagi Anda yang malas mengisi status tapi ingin tetap eksis. Anda dapat memilih apakah ayat yang akan dimunculkan memakai huruf arab, terjemahan Indonesia, atau kedua-duanya. Selain itu, Anda juga dapat mengatur waktu untuk menampilkan ayat random tersebut ke status Anda secara otomatis. Jadi bagi Anda yang malas update status tak perlu lagi repot-repot karena secara rutin dan otomatis aplikasi Random Ayat akan memunculkan potongan-potongan ayat dalam Al-Qur’an sebagai status Anda secara otomatis sesuai dengan waktu yang telah Anda setting sebelumnya.

Klik tombol dibawah untuk menuju TKP


Semoga berguna dan bermamfaat...


Sumber; mampirbro.blogspot.com

Selasa, 14 September 2010

Nikmatnya Berlapang Dada...Alhamdulillaah..

Marilah Mereguk Nikmat Berlapang Dada
Seorang ibu bersama anak-anaknya (Ilustrasi)

Oleh: Prof Nanat Fatah Natsir

Seorang ibu paruh baya selalu merasa pusing dan badannya panas dingin. Ia pun gelisah dan merasa hidupnya tak pernah tenang. Si ibu itu pun berkali-kali pergi ke dokter umum. Berkali-kali pula ia diobati, tapi sakitnya tak kunjung sembuh. Kegelisahannya semakin menjadi-jadi.

Ia mencoba pergi ke psikiater karena merasa gelisah dan hidupnya tak tenang. "Apakah Ibu sakit?" Tanya psikiater. "Iya," jawab si ibu. "Tubuh saya panas dingin, pusing, dan selalu gelisah. Sudah berkali-kali ke dokter, tapi tak sembuh-sembuh."

"Apakah Ibu ingin sembuh?" Tanya psikiater.  "Tentu saja, saya ingin sembuh," tutur si ibu.  "Kalau begitu, coba ceritakan kondisi keluarga Ibu, mulai kecil sampai sekarang," pinta psikiater. Si ibu pun menceritakan latar belakang keluarganya.

"Saya ini 10 bersaudara dan ibu saya sangat menyayangi mereka. Akan tetapi, perlakuan ibu kepada saya agak berbeda, bahkan kalau marah, ibu biasanya membentak-bentak dan menyebut saya bodoh dan bermacam-macam perkataan lain yang menyakitkan," tutur si ibu itu berkisah. Bahkan, ia mengaku pernah dipukuli ibunya.

Di antara saudara-saudaranya yang lain, si ibu itu ternyata hidupnya lebih maju dan sejahtera. "Peristiwa ketika saya kecil itu terus terbayang hingga hari ini. Saya tak bisa melupakannya. Karena itu, saya terus benci dan dendam kepada ibu saya. Tak ada lagi rasa rindu kepada ibu. Padahal, ibu saya sangat rindu dan ingin bertemu, tapi saya tak mau," ujar si ibu.

"Jika ingin sembuh, mulai sekarang hilangkan perasaan dendam dan benci kepada ibumu. Sesungguhnya, itulah sumber penyakit sehingga Anda terus-menerus sakit dan gelisah," saran sang psikiater. Setelah memaafkan semua kesalahan ibunya, rasa gelisah dan pusing yang selalu menghantuinya pun kemudian hilang.

Kisah di atas mengajak kita untuk merenungkan makna yang terkandung dalam surat An-Nuur ayat 22.  Allah SWT berfirman, "Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah dan hendaklah mereka memaafkan dan  berlapang dada…''

Karena itu, marilah momentum Idul Fitri 1431 H ini kita jadikan sebagai wahana untuk saling memaafkan antara sesama dan berlapang dada sehingga kita semua menutup lembaran lama yang hitam dan membuka lembaran baru yang putih sebagai cerminan sikap orang yang bertakwa kepada Allah SWT.

Maafkanlah dan berlapang dada. Dengan demikian, kita mampu berbuat baik kepada orang yang pernah bersalah kepada kita atau mengembalikan kejahatan dengan kebaikan (wa yadrauna bilhasanati al syayyiah). Dan, saatnya kita berbuat lebih baik kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita. Semoga kita menjadi al-muhsinin. Wallahu 'alam.

Sumber: Republika.co.id