Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Sabtu, 11 September 2010

Ilmuwan Indonesia di Balik Nobel 2007

Daniel berada di belakang layar anugerah Nobel untuk IPCC -- yang berbagi dengan Al Gore.
Senin, 16 Agustus 2010, 12:20 WIB
Profesor Daniel Murdiyarso (iisd.ca)
 
VIVAnews –  Senin, 10 Desember 2007 di Balai Kota Oslo, Norwegia ribuan pasang mata terpaku pada dua sosok, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Albert Arnold Gore Jr alias Al Gore dan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Rajendra Pachauri.

Malam itu mereka berbagi penghargaan Nobel Perdamaian. Baik Al Gore maupun IPCC dielu-elukan sebagai ‘pahlawan iklim’.
Anugerah prestisius untuk IPCC tidak lepas dari peran seorang ilmuwan Indonesia, Profesor Daniel Murdiyarso, peneliti senior  di Center for International Forestry  Research (CIFOR) Bogor.  Dia punya peran penting, mereview Assessment Report IV (AR4) 2007 – yang berujung pada Nobel.

Meski begitu, Daniel merasa tak berhak untuk sombong. Dia justru mengarahkan pujian untuknya – ke sekitar 3.000 ilmuwan lain yang tergabung dalam IPCC.

 “Ketika mendengar soal penghargaan itu, reaksi saya sederhana – itu kan award pada institusi dan kegiatan IPCC kan dikerjakan banyak orang,” kata Daniel kepada VIVAnews.

Meski tak bisa dinafikan, ia adalah bagian dari tim yang dianugerahi Nobel. “Saya bersyukur, saya bangga jadi bagian kerja kolektif itu,” tambah dia.

Seperti dimuat situs CIFOR, Murdiyanto melihat Nobel sebagai momentum membangkitkan kepedulian masyarakat terkait isu pemanasan global. Juga menjadi inspirasi bagi orang untuk tak hanya diam, tapi berbuat sesuatu.

Memang, tak sedikit orang yang anti-pemanasan global. Mereka menganggap bahwa pemanasan global merupakan proses yang alami.

Dijelaskan Daniel, pemanasan global memang terjadi sejak zaman purba, secara gradual. Bumi membutuhkan suhu lebih panas agar bisa dihuni mahluk hidup.

Permasalahannya, pasca revolusi industri, emisi gas yang dilepaskan ke atmosfer lebih besar dan pemanasan Bumi makin tak terkendali. Oleh karena itu, emisi harus dikurangi.

“Jika dibiarkan terus, dalam waktu 100 tahun, suhu Bumi akan meningkat 4 derajat. Wilayah pinggir pantai terancam tenggelam.”

”Karena kejadiannya gradual orang tidak menyangka meningkat terus, makin parah, barulah orang kaget,” kata Daniel.
Sementara efek dari pemanasan ekstrim  lebih parah lagi. Pemanasan global diduga kuat berada di balik  gelombang panas di sejumlah negara.

Di Jepang, hawa panas telah menelan korban jiwa sebanyak 66 orang dan membuat 15 ribu orang harus dirawat di rumah sakit. Korban terbesar adalah lansia.

Dampak di Rusia lebih parah. Gelombang panas  menyebabkan kebakaran hutan hebat. Tak hanya menewaskan puluhan orang dan membuat perekonomian rugi US$ 15 miliar. Kebakaran juga mengancam  membangkitkan partikel radioaktif yang tersisa dari wilayah bencana nuklir Chernobyl 1986, ke atmosfer.

Pemanasan global juga diduga ada di balik tragedi banjir China dan Pakistan yang menewaskan ribuan jiwa.

“Kejadian di Moskow misalnya, adalah kombinasi dari pemanasan gradual dan ekstrim. Peningkatan yang mendadak tinggi akan menimbulkan stres terutama lansia.

Pemanasan global yang tak terkendali juga berpotensi membuat manusia kelaparan.  Baru-baru ini Badan Urusan Pangan dan Pertanian PBB atau FAO memperingatkan pemanasan global akan memangkas ketersediaan pangan, terutama beras. Sebab, makin panas suhu, makin rendah vertilitas atau kesuburan tanaman.

 “Kalau suhu terlalu tinggi, bunganya tak bisa dibuahi, hasil menurun,” tambah Daniel

Kata Daniel, ini saatnya kita bergerak.  Penting bagi manusia untuk beradaptasi dengan perubahan suhu sekecil apapun, melakukan mitigasi, serta mengurangi penyebab pemanasan global.

Banyak upaya yang bisa dilakukan manusia, salah satunya mengurangi emisi deforestasi, emisi dari industri, dan melakukan penghematan energi, baik listrik maupun BBM.

Hutan rusak parah sejak Orde Baru
Hutan Indonesia punya peran penting dalam kampanye global melawan perubahan iklim. Sebagai orang yang berkecimpung di bidang kehutanan, hidup Daniel didedikasikan untuk memastikan hutan di tanah air dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Jika tidak, kebakaran hutan-hutan di Indonesia justru akan menyumbang emisi terbesar. Kehancuran hutan tak hanya merusah lingkungan tapi juga mematikan kehidupan masyarakat sekitar hutan yang bergantung pada hutan.

Apalagi, deforestasi adalah penyebab emisi terbanyak.  “Kalau deforestasi diteruskan akan paling sedikit menyumbang 20 persen terus menerus, kalau ditingkatkan lebih dari 20 persen,” kata dia.

Hampir seluruh hutan Indonesia  telah Daniel jelajahi, bahkan sampai ke pedalaman Afrika.  “Paling besar laju kerusakan hutan ada di Asia terutama Indonesia, Amerika Latin terutama Brazil, dan Kongo di Afrika. Kelihatan besar rusaknya kalau dari awalnya bagus."

Indonesia harus mengurangi deforestasi. Tapi bukan berarti membuat hutan steril dari manusia. Menurut Daniel, hutan juga harus dimanfaatkan sesuai fungsinya.

“Meningkatkan manfaat, peranan hutan dalam arti lebih luas, memanfaatkan lebih banyak, tak hanya untuk pebisnis besar, tapi komunitas setempat yang jumlahnya jutaan orang.”

Pelestarian hutan juga bukan berarti meminggirkan masyarakat yang hidup dan bergantung dengan hutan. Keberadaan masyarakat di sekitar hutan tak pernah membebani pemerintah. Mereka juga punya social wisdom – nulai-nilai penghormatan terhadap hutan.

 “Ekosistem hutan justru terancam oleh mereka yang sangat beruntung,” kata Daniel. Bukan masyarakat adat yang merusak hutan, melainkan industri yang dimiliki orang-orang berduit.

Kondisi hutan Indonesia makin diperparah oleh para legislator – pembuat Undang Undang – yang berpikiran pendek dan tidak pro kelestarian alam.

Misalnya, “DPR menyetujui  pemekaran wilayah dan alih guna lahan. Apalagi periodenya hanya lima tahun,” kata Daniel, tertawa kecil. Para ilmuwan dan peneliti harus berdialog secara terus- menerus dengan para anggota DPR, memberikan pilihan supaya arah pembangunan benar.

Penyalahgunaan wewenang oleh pemerintah juga jadi pintu masuk  pengrusakan hutan dalam skala masif. Misalnya, soal desentralisasi kewenangan.

“Kepala daerah membuat kebijakan sendiri, terkait dengan sumber daya alam,” tambah Daniel.

Diceritakan dia, hutan Indonesia mulai akut sejak kekuasaan Orde Baru, tepatnya  tahun 1982.

“Deforestasi paling parah dengan kebijakan pembukaan hutan untuk lahan pertanian, pemukiman dengan target 32 juta hektar.”

“Sekarang sudah lewat [dari 32 juta hektar]. Dan masih jalan, ditambah dengan desentrasi, luas hutan Indonesia yang awalnya 120 juta hektar tinggal separuhnya.”

Efek dari kerusakan hutan ini tak melulu soal ekonomi. “Emisi bertambah, keanekaragaman hayati hilang, keindahan alam sirna. Itu semua tak bisa dinilai dengan uang,” kata Daniel.

Negara miskin yang boros
Mengurangi emisi bisa dilakukan dari rumah sendiri. “Ngomong ke mana-mana, pada banyak orang. Untuk prakteknya saya mulai dari rumah sendiri,”kata dia.

Rumahnya di kawasan Bogor Utara nampak asri. Dikelilingi 10 pepohonan besar  yang dikombinasikan tanaman bunga.

“Untuk mengundang datangnya kupu-kupu dan burung,” kata Daniel.  “Kita biarkan burung tinggal di sini, semut nggak disemprot [insektisida], nanti juga pergi sendiri ,” kata dia.

Juga berhemat. “Di rumah, kami mengontrol pemakaian listrik, lampu di luar tak perlu menyala terang dan dinyalakan kalau hari sudah gelap,” kata dia.

Termasuk, memilih barang-barang elektronik yang hemat energi. “Plastik tidak banyak digunakan, jika berbelanja, kami minta kardus bekas untuk membungkus belanjaan,” kata pehobi filateli dan mengumpulkan dokumen kuno itu.

Pria kelahiran Cepu 55 tahun lalu itu juga mengajak komunitas. Sebab, dia yakin kerja kolektif lebih baik dari kerja individu.

Di gereja misalnya,  “kami bikin kelompok audit lingkungan -- pemakaian listrik air, BBM, dikontrol menggunakan kartu . Lalu sama-sama berupaya mengurangi pemakaian.”

Juga disediakan drop off sampah, agar sampah busa dipilah tiap minggu. Di lingkungan, gerobak sampah organik.

Hal-hal kecil bisa dilakukan untuk menyelamatkan Bumi. Sayangnya tak semua orang punya kesadaran untuk melakukan itu.

“Masalahnya, seringkali kita menggampangkan hal-hal yang dianggap sepele, padahal penting artinya.”

Gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia juga tak mendukung kelestarian alam.   “Kita ini miskin tapi boros, dan nggak sadar boros, ini parahnya,” kata Daniel.

Dicontohkan dia, ulah sebagian supir angkutan kota. “Mereka ngetem [menunggu penumpang] dengan mesin dihidupkan. “Ia tak sadar itu merugikan dirinya sendiri, tidak sehat, setorannya berkurang untuk bensin. Juga membuat macet karena berhenti sembarangan, pengendara lain ikut rugi.”

Open House SBY Makan Korban Satu Tewas



 

Acara silaturahmi presiden Susilo Bambang Yudhoyono di pintu gerbang istana bawa bencana. Korbannya adalah Jhony Malela, tunanetra asal Sulawesi.

“Iya benar ada yg meninggal di depan karena kecapean,” ujar Petugas Dinas Kesehatan DKI, Teresia Indah Susanti, ketika dihubungi via telpon.

Menurut Indah, Jhony yang berusia 45 tahun, tidak bisa bergerak di antrean tengah warga yang tetap berdesakan dan saling dorong, “Dia nggak bisa mundur karena keinjak-keinjak,” ucapnya.

Ia pun menambahkan, Jhony yang sebelumnya pingsan, sempat diberi oksigen dan bantuan napas oleh tim paramedis sekitar 10 menit. Sayangnya, pria yang tinggal di Cinangka ini keburu menghembuskan nafasnya. Saat ini jenazah sudah berada di RSCM, didampingi sang istri, Euis Rahmawati, yang juga tunanetra.

Pihak Istana Presiden belum dikonfirmasi terkait korban meninggal ini. Adapun Biro Rumah Tangga Presiden sebelumnya mengatakan Presiden SBY hanya menerima warga di open house sekitar 1.250 orang dari pukul 15.00-17.00 WIB.

Sampai berita ini diturunkan, acara open house Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan masyarakat sudah selesai. Halaman komplek Istana Negara penuh sampah bekas air mineral. Pukul 17.00 WIB para pengunjung open house di Istana Presiden berangsur menyusut.

Pembakaran Alquran Batal, Terry Jones Masih Bikin Kontroversi

   
Pembakaran Alquran Batal, Terry Jones Masih Bikin Kontroversi
Terry Jones

Terry Jones, seorang pendeta dari sebuah gereja kecil di Florida, Amerika Serikat (AS), Kamis kemarin (9/9) telah membatalkan rencananya untuk membakar Kitab Suci Al Qur'an untuk mengenang serangan atas menara kembar WTC, New York, sembilan tahun silam.Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, seperti yang dilaporkan Reuters, sebelumnya telah menelpon Jones, pemimpin Gereja Dove World Outreach Center, di Gainesville, Florida, dan mendesaknya membatalkan rencananya itu.

Dalam hubungan telepon singkat itu Gates mengungkapkan 'keprihatinan yang mendalam' atas rencana keji Jones dan mengatakan "pembakaran Al Qur'an hanya akan membahayakan jiwa dari pasukan AS, khususnya di Irak dan Afghanistan".

Jones kemudian mengatakan kepada para wartawan yang menunggu di luar gerejanya bahwa ia telah membatalkan rencana yang telah mengundang kutukan dan peringatan dari seluruh dunia.

Jones sendiri mengakui telah dihubungi oleh Gates tetapi menyatakan keputusan itu ia ambil setelah membuat kesepakatan dengan para pemimpin muslim AS untuk memindahkan lokasi pembangunan Islamic Cultural Center ke tempat lain yang sedianya akan dibangun di bekas reruntuhan menara WTC.
Tetapi, para pemuka muslim AS menyangkal pernyataan Jones itu.

Banyak warga AS yang memang menolak rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Islam di bekas menara WTC karena dianggap akan melukai perasaan keluarga yang menjadi korban serangan 11 September 2001.
"Para Imam telah sepakat untuk memindahkan (lokasi) pembanguan Mesjid itu, kami telah sepakat untuk membatalkan acara (Pembakaran Al Qur'an), Sabtu nanti," kata Jones kepada para wartawan.

Menurut Jones ia akan terbang ke New york, Sabtu waktu setempat bersama Imam Muhammad Musri, pemimpin Komunitas Islam Central Florida untuk bertemu Imam Feisal Abdul Rauf, pemimpin komunitas Muslim New York.

Tetapi Rauf menyangkalnya."Saya gembira karena pendeta Jones telah memutuskan untuk tidak membakar Al Qur'an. Tetapi saya belum pernah berbicara dengan pendeta Jones atau Imam Musri, saya terkejut dengan pernyataan mereka," tegas Rauf.

"Kami tidak akan bermain-main dengan agama kami atau agama lain. Kami juga tidak akan melakukan barter. Kami di sini untuk mengulurkan tangan untuk membangun perdamaian dan harmoni," papar Rauf lebih lanjut."Tidak benar jika pusat komunitas yang dikenal dengan nama park 51 di Manhanttan akan dipindahkan. Proyek itu akan tetap dilaksanakan seperti rencana. Apa yang dilaporkan oleh media hari ini adalah kekeliruan," tegas Sharif el Gamal, pemimpin pembangunan Mesjid New York.

Meski demikian Imam Musri punya pendapat lain. "Ini adalah sebuah perjanjian yang belum disepakati, kami sedang memprosesnya," kata Musri kepada para jurnalis.Ia menambahkan bahwa dirinya dan Jones belum menetapkan waktu yang pasti untuk bertemu dengan Imam Rauf di New York.
Sumber:Republika.co.id

Jumat, 10 September 2010

Manfaat Teh Bagi Kesehatan..Cekidot>>



Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabaarokatu..
Ketmu lagi di artikel kesehatan MT AL-Kahfi...Kali ini membahas masalah Teh lho..
Teh adalah minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air tawar. Teh diminum oleh milyaran orang di seluruh dunia. Beberapa catatan sejarah menunjukkan bahwa teh telah menjadi minuman pendamping manusia selama lebih dari lima ribu tahun!
Ada empat jenis teh yang utama: putih, hijau, oolong, dan hitam. Teh yang paling dikenal memiliki manfaat kesehatan adalah teh hijau. Namun, teh jenis lain pun memiliki sejumlah khasiat yang menguntungkan kesehatan.
Berikut adalah manfaat teh bagi kesehatan:
1. Anti-kanker
Penelitian menunjukkan bahwa teh hijau melindungi kita dari berbagai kanker, termasuk kanker paru-paru, prostat dan payudara.  Antioksidan dalam teh hijau yang bernama epigallocatechin gallate (EGCG), menurut tim dari Universitas Kyushu, memperlambat pertumbuhan sel kanker paru-paru manusia secara signifikan. Orang yang minum minimal satu cangkir teh hijau setiap hari berisiko lima kali lebih rendah terserang kanker paru-paru.
Studi lain menunjukkan bahwa teh hijau, dikombinasi dengan tamoxifen, efektif menekan pertumbuhan kanker payudara.
2. Meningkatkan metabolisme
Uji klinis oleh Universitas Jenewa dan Universitas Birmingham menunjukkan bahwa teh hijau meningkatkan tingkat metabolisme, kecepatan oksidasi lemak, sensitivitas insulin dan toleransi glukosa. Polifenol katekin pada teh hijau bersifat thermogenesis (menghangatkan tubuh), dan karenanya meningkatkan pengeluaran energi.
3. Anti-diabetes
Ada bukti epidemiologis bahwa minum teh hijau dan teh hitam dapat membantu mencegah diabetes, meskipun demikian bukti asosiatif ini masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.
4. Kewaspadaan mental
Asam amino L-theanine, yang terdapat pada hampir semua jenis teh, secara aktif mempengaruhi neurotransmitter otak dan meningkatkan aktivitas gelombang alfa. Hasilnya adalah pikiran Anda menjadi lebih tenang, namun lebih waspada.
5. Sistem kekebalan
Theanine pada teh dapat membantu respon sistem kekebalan tubuh saat melawan infeksi. Sebuah studi sampel darah atas 11 peminum kopi dan 10 peminum teh, yang mengkonsumsi 600 ml kopi atau teh hitam setiap hari selama empat minggu, menunjukkan produksi protein anti-bakteri lima kali lebih tinggi pada peminum teh.
6. Menghambat penurunan daya pikir
Sebuah studi tahun 2006 menunjukkan bahwa lansia Jepang yang meminum lebih dari 2 cangkir teh hijau sehari memiliki risiko 50 persen lebih rendah mengalami kerusakan daya pikir, dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari 2 cangkir sehari. Hal ini mungkin disebabkan oleh pengaruh EGCG, yang membersihkan aliran darah ke otak.
7. Menurunkan stres
Menurut penelitian University College London, minum teh hitam dapat menurunkan hormon stres (kortisol) setelah peristiwa stress. Subyek yang telah minum 4 cangkir teh hitam setiap hari selama 6 minggu mengalami penurunan kortisol 20% lebih besar dibandingkan kelompok plasebo.
8. Memulihkan radang usus
Teh hijau telah terbukti mengurangi peradangan usus. Efek ini tampaknya terkait dengan kemampuan polifenol pada teh hijau yang menghambat reaksi inflamasi.
9. Mengatasi bau mulut
Para peneliti Universas Illinois di Chicago menyatakan bahwa polifenol membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan bau mulut.
10. Mengatasi kelebihan zat besi
Para peneliti di Jerman menemukan bahwa minum secangkir teh hitam setiap hari dapat membantu menghentikan kelebihan zat besi pada pasien hemakromatosis (kelebihan zat besi dalam darah) karena gangguan penyerapan zat besi.
11. Efek terkait dengan kafein
Secangkir teh hijau mengandung antara 15 dan 50 mg kafein. Dengan meminum teh hijau Anda akan mendapatkan semua manfaat kesehatan dari kafein.
12. Anti-stroke
Penelitian yang dipaparkan pada Konferensi Stroke Internasional di bulan Februari 2009 menemukan bahwa minum tiga cangkir teh atau lebih per hari dapat mengurangi risiko stroke sebanyak 21%.
13. Kesehatan Jantung
Penelitian University of L’Aquila di tahun 2009 menunjukkan bahwa minum hanya satu cangkir teh biasa per hari dapat membantu melindungi diri dari penyakit kardiovaskuler. Teh mengandung flavonoid quercetin, kaempferol, dan myricetin yang meningkatkan reaktivitas pembuluh darah, menurunkan tekanan darah dan pengerasan arteri, yang berdampak pada kesehatan jantung.
Dalam sebuah penelitian, orang yang minum secangkir setengah teh per hari 40% lebih kecil kemungkinannya mengalami serangan jantung dibandingkan bukan peminum.
14. Artritis Rematik
Teh hijau mengurangi keparahan artritis rematik sebesar 78% pada peminum berat dan sebesar 40% pada peminum sesekali.
15. Kesehatan Gigi
Plak gigi mengandung lebih dari 300 jenis bakteri yang menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Plak juga merupakan penyebab utama penyakit gusi. Polifenol pada teh hitam dapat membunuh atau menekan pertumbuhan bakteri penyebab plak.
Jadi, siapa bilang minum air putih lebih sehat dibandingkan minum teh?
Sebarkan ke teman-teman:
 
Sumber : majalahkesehatan.com

Subhanallah,, Pemandangan Perkembangan Bayi di dalam Perut Ibu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrj0uIiGPZpoFk80wOJspL6YFoY6MBuTDljpfwSkcLtcx83itsS7_BskoZgBaCt6IM0n_9lgD-Tl1QKQLENc-RDxJPiCQxYW1NFmKHU_adwKyeUHEG2_SRhACih-I2Uxcg-GKaFq-_66VW/s1600/the_mystery_of_pregnancy_01.jpg

Saya menemukan sebuah foto-foto mikroskopik cantik buah karya dari fotografer Swedia bernama Lennart Nilsson. Ia terkenal karena foto-fotonya seperti embrio manusia dan berbagai foto untuk mata pelajaran medis lainnya yang belum pernah difoto sebelumnya. Kali ini dia memperlihatkan kita akan keunikan dari kehidupan sebelum kelahiran!
Fatabarokalloohu Ahsanul Khooliqiin.
Allaahu Akbar

Spoiler :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEsgHrcamke85jzSkGTJZOtr9h8_KMmnhGjJPT4BC7GsQa2fvhZxM3Ghm8kjV523AmMCCu2BlcvfDVIdL1jTc_J-iMsBYuhzy0MGZZaql9gK4fQTpQ6GKi0HPfyZ23DhAOLIZO9PJbAKJ-/s1600/the_mystery_of_pregnancy_02.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0xU-bjtC4WOQPCtI1ZrIWjTIn7ylAMfiqu6wWXTe3rVghtxCe8-6DmTPYnAqAhqxB0ldJ-jPLvATbY3IZlDoxvK-Kns4pEFzUpo2k4ItK7AdCg6tgfXgA8JOMKCvjIyPCSrb6qzv1r8yP/s1600/the_mystery_of_pregnancy_03.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhI-DEQyW6GBx3wynfENgQaHBkWgsu4c-xkfD6xJwQA5vlk_75cXuQZSTBRcEww0JMy9UModp_wBXOjyxTqAetHsPnAjMjxqBjhg9cmoS8mnsnUBm7Vx79oi6wxwbW2B-rA0DzMMVswp8L/s1600/the_mystery_of_pregnancy_04.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgndtYaIAlzfeYJ5h7ilbBqvjsDT0MJHCiUgZchzck-EzjOJ0vS2OEFQAfvMHqAEPVRmAFmpGOipoLtQzUKD5icAIqArlcdo-ntPiiLaG_uYAdF1bw6vV6msxI_qUlsIrfJQU38pf4j3CXU/s1600/the_mystery_of_pregnancy_05.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1df54KAj5FTfcEerivX0nDX8nUhyphenhyphenNwulap-HiUFczSADvnKZFATvZ6-MxjfOGmywOdUUYCrqEq9BCeTdp_jwNjAXV4Wuqi_aXd1tA_RPECZQkvejb_M5pxe8KTzMMGd8Zy4myzMaqykGN/s1600/the_mystery_of_pregnancy_06.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgemIUVDvyD6PZDA03giVjXYdPzHTBEb9etEW5lznwjeyf77QvQpl3T-N5qAnI4ZodGrnOquzUxUIYC8CVRmbyYEIh9TkfpifWPQRYKnfCOJJFzNxWdK8UXwOS2h2BA1QtOK8u5pzHwyGXQ/s1600/the_mystery_of_pregnancy_07.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY3npzUp4jZiFbkfs42TDW_hkGIu4t1jcghNlVTrhP_CKRzIRzECkSW_vBCnkPxDbMrIxzGOKe7yGwCIgo79T99mPOr77iw05Up7mnEHiJMuJbofrTH4_Lk78cQ4iF7PKY8-sSUIb5xk8v/s1600/the_mystery_of_pregnancy_08.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2C9iImfVKILAnVFud4-LvEh52t1t9pPAFaEcnWa9E0bAY8eZtxKAOXMreRiPVtuGEhZJ_5Yv-RZis3pXl4vzmF4Po1FvbjM2-mnxwAn6a5PmjYZhFpbRFht9xbJOL7a-5aLEiYlZdc30b/s1600/the_mystery_of_pregnancy_09.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUpz89ifj-sSfmf4VVXqxH4QBnyRh-OaaYPAxu6f6vKgYZwpzSNQOS3NutBUMX4ycCxJsRyZDPXzhxIOXmCIxeSEPDp3QuhNpGCGnuPE_P__FsSnxPZRKfDunXDgrc23IsaBi17Dfhgocc/s1600/the_mystery_of_pregnancy_10.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnAsuE3LrmlcEJdd9dlLPfu1G6ZXmJD7xcsp7ENzBA0dvDbgYoL-VyU_lp3-n_9OvWgRic2oRvTtzy6Po5lX6iaPGQG9M7mrbvgUqoQz6AJ_jXEZNYeqSrqYTX00n60B-OF_TUszXXwvtp/s1600/the_mystery_of_pregnancy_11.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIVpYf_ICQVd9m-XKXPoH-1KfEwqVArvXvt-0gpF-10iBTGgTqCCH04fa3dHH4Gk5oV5teobnnA96tvuN3MelmDTSpVl5GwPj4kDb5mHX2sR6DhCjESXggh3jCXZisRZEPtKLAILlX7l3U/s1600/the_mystery_of_pregnancy_12.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMwJf7nqZYzgyoJlkgzq8XT-YuGGImpaJ8GBCcUHzGBnq39Ev04NQHjXP0tM8vbOylqSe9Jtj2yeOodCUUCB9s9tjhzt9i9u1eLt3XZom8I0fzqEOnsYRsmVWMy8zvgpiLhfX_WT9uCUra/s1600/the_mystery_of_pregnancy_13.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhA66k-lqeNlFEjrCOvPT3JcAVzIDkuRlmS8DnvsPjd376vnKhF8dFAHwWXfIFqTe-amzpFMOnioS06Pi0AM6gLzCQb8i1-mQhaJ1b1dFMm1V-8TiBvEBy249gTNJbrqjqdb69IQAoM0rSM/s1600/the_mystery_of_pregnancy_14.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFQRKtqn78HaqQ7Onh934XrwKOGWX4d5YAuGMCDDbawRv4tKg1Ulro_mHqQ_8F-t59nOtoAC40FsTyvqoN3GfT6xOVFbIGLC5hmEpsNRWrml5aRuLwp6PQ75mrIcNZbgFpQH3GY4sPi0wN/s1600/the_mystery_of_pregnancy_15.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGDdz-znnGKcp1whTXcpCk7J3dQkOWB29hN06p-pa7qCjCUVoEeEs4YWFr1ZZin4jx3CouL9Q3s61SSCBn1A3spl9Ketyj-DRM3-J5zPqH9DyZkjLjWKIIGmBIQOl28eoY3v0coap68N7P/s1600/the_mystery_of_pregnancy_16.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhW_K8zWFSUGn8Hryv-zzCnrmtQtgdQU6FKfg7GwT_xFP3Q03VsYSEjXJ5eFuID_WwEQwNnOo7sEzCWpM9EeEuSj40RxoCOrSzRme8m_FnSfJQfLtgB4aKUKwSOxzM2GcD84gHt2x90Bp8M/s1600/the_mystery_of_pregnancy_17.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqjD6mezFgHnJEr3HyaQFNQNxK7yTovVYrCPqvUBwhcbg7is8cjkn1F5lgw-a9uBU8iYMsYTcG7kSb-pdR9axIFU7hYta58bspRMwW0vfxrUxlvxmnfswYz4Xu2U1UsvTTipec7ac6EcTJ/s1600/the_mystery_of_pregnancy_18.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk0_Bei3FMWhlJN5Fc9_bx2f3MT0c1Juhd1gyFpECNKjggyVIj2My6U6vN3Nj_ibsznJW4gWtFZutC_3a-nCkKUFk5FVkcUfXax4clzrXlX9CXjjs1uwIRluAZj6cjDoduecJs0IgnrlK9/s1600/the_mystery_of_pregnancy_19.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis7BccWLcTGu1N_vBIUzLwYrgFP6jTKruMLB_vfcEB4oug-ziAycT7t3NXpomBJE0qXwgGiSagRHeolItCqXoHdWD1j8IENL5nbFifAcJP3YPnEKHwR7Z4KOIAZ5PR2QgKyynT1oDmcsfN/s1600/the_mystery_of_pregnancy_20.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8aebUGlOBcuHCm74aNi80KJkcmxGyyQEo4J1kcNEO0gHJVgju9Lmm1Mx9mKrQHQsImsjpLNqpCF2SHZ7YzjJproaHnh8x1m-Bz3oqfwbTfIxNHpRoFPioeuRtTt7Wxt88a28ZIb7I64cC/s1600/the_mystery_of_pregnancy_21.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgieE9DH4aQJjBqtAB4TzV67SDCApNZBJNM2Ek9K9yOmkC_-zuo2xmRgR7wio4LZurNmhqgfjosr7dtWrw5lvrB-F0lDS1skfZL34w4Zxk1xSGLLbR7lF4G2BFknTrdZoZgvxP16N7ne_oE/s1600/the_mystery_of_pregnancy_22.jpgSumber: Unic77.tk