Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Rabu, 27 Mei 2015

Jumat, 08 Mei 2015

My Home

Untukmu...
Sesaat ketika dulu kita bersenandung bersama, senandung dakwah
Menyanyikan firman firman Ilahiyah
Melangkah bersama selangkah demi langkah mendekat kearifan diri
Bergandeng serta menggandeng yang lain
Saat ini kita yang terpisah dalam dimensi
Jiwa yang saling menyokong
Menolong dan mengompor semangat juang
Terpisah dalam perbedaan dimensi dunia
Namun apa….
Ukhuwah islamiyah akan tetap terpatri dalam kasanah
Kelak bila kita bertemu kembali
Semoga diri ini ataupun dirimu tetap kokoh
Tetap senang bersenandung riang dalam jalan dakwah
Tetap suka mengompor-ngompor
Tetap menjadi lilin yang senantiasa memberi cahaya
Saat kudengar bahwa disini dan disana
Banyak mata senjata yang mengincar jiwa kita


Selayaknya senjata monster Israel memata-matai anak palestina
Senjata yang siap sewaktu-waktu
Menembak tepat diulu tauhid kita
Tepat disasaran aqidah
Mempora- porandakan tatanan akhlaq
Membredel mulianya moral seorang pemuda
Mencabik-cabik lezatnya islam sebagai dien mulia
Geram…!!!
Marah….!!!
Bersiaplah…!!!
Musuh telah berangkat ke medan perang
Jangan tunggu hingga rumah kita tertembus meriam
Jangan tunggu hingga tangan kita terluka
Jangan tunggu aqidah saudara kita tertembus senjata
Segera berangkat kemedan dakwah
Bawa senjata dan pelajari siasat
Agar kita tetap berjaya
                                                                        By: kk Zulia


Senin, 04 Mei 2015

Surat Cintaku, Untukmu Ukhtifillah

Ukhti,….
Jangan pernah melepaskan genggamanmu
Kalaku terjatuh,…
Jangan pernah letih dan bosan,
Dengan semua ceritaku
Jangan pernah jenuh menghapus air mataku,
Kala piluku…
Ya ukhtina,……
Kala tali ukhuwah kita mulai melonggar,
Jangan jemu untuk menghadirkan 1OO1 alasan
Hingga enkau tak sempat memikirkan
satu alasan
Untuk bersho’udzon pada saudaramu…
Ukhti,….
Aku takkan sanggup,
Jika harus menata langkah seorang diri
Bantu aku ukh..!!!
Bantu aku agar tetap mampu
melayangkan langkah Untuk terus bersama
Dalam jalan dakwah yang kita pilih..
Aku rindu, sangat rindu,….
Akan kebersamaan dan kehangatan kita,
Rumah kita seolah sepi,
Mungkin aku yang terlampau merasa.
Namun ini karena ukhibuqifillah ya ukhti…
Uhibbuqifillah ukhti,..
Aku tahu dan sangat tahu
Engkau takkan rela melepaskan
sesuatu yang sama-sama kita cintai
Oleh sebab itu ukhti,
Jangan pernah letih,
 untuk mengeratkan rangkulanmu
Jika aku yang mulai jatuh,
Bantu aku untuk bangkit…
Bukan cinta ukhuwah kita yang dipertanyakan
Namun cinta yang ada di hati-hati kita
Yang hatus kembali dikobarkan,..
Pernahku memilih tuk menghindar
Namun nyatanya,..
Kekosongan itu bukan tertutupi
Malah kian menyisakan pilu,,….
Ukhti,…
Jika aku mulai rapuh,
Jangan segan tuk menamparku
Dengan indah tuturmu..
Ukhti…..
Jangan pernah melepaskan
Ikatan ukhuwah kita!!!!
Ukhti,…
Mari kita sama-sama dalam langkah juang
Untuk mengibarkan semangat
Yang selau berkobar.
Semoga berkah ramadhan,
Senantiasa selalu mewarnai jiwa-jiwa kita…
Semoga masih ada waktu
Untuk kita melakukan reuni
Di Jannah-Nya kelak uhibbuqifillah ya ukhti..
Uhibbuqifillah ukti….






Kamis, 23 April 2015

Al-kahfinya Al-fi




Ada banyak kata yang ingin ana sampaikan
Tapi lidah ini terkadang berasa kelu untuk menuntun jari-jemari
menulis tentang Al-Kahfi
Begitulah, kenangan yang tak tergambarkan dan tak terkatakan
Menulis kenangan bersama Al-Kahfi,
Wajah antunna berseliweran di hadapan mata
Terbayang senyum dan tawa antunna yang bagaikan embun di pagi hari
Yang selalu dirindukan iman yang mulai gersang
Menulis kenangan bersama Al-Kahfi,
Pikiran ini hanya tertuju kepada antunna
Hanya terfikirkan dan terbayangkan antunna
Ukhti,
Ada begitu banyak wajah yang terlihat
Tapi hanya wajah antenna yang senantiasa mendamaikan hati
Yang mengingatkan akan surga
Ukhti,
Ada beribu kebersamaan terjalani
Tapi hanya kebersamaan bersama antunna yang selalu terindukan
Ukhti,
Ada berjuta kerinduan di hati
Tapi hanya kerinduan akan antunna
Yang mampu membuat air mata ini mengalir
Mungkin tidak akan ana temukan lagi persaudaraan layaknya Abu Bakr dan ‘Umar di jaman sekarang
Tetapi dari sana ana inginkan
Ada persaudaraan di antara kita selayaknya mereka bersaudara
Persaudaraan yang hanya mampu dipisahkan maut ketika di dunia
Tetapi disatukan Allah kembali di alam keabadian
Duduk mesra di atas dipan-dipan surga yang bercahaya
Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai bermata air surga
Ana uhibbukum fillah
Ya, disinilah, di Al-Kahfi, ana menemukan makna “Cinta Karena Allah”
Islam itu cinta
Dakwah itu cinta
Al-Kahfi itupun cinta :)

BY: Alfi S.



Jumat, 17 April 2015

Bergerak atau Tergantikan



Waktu bagaikan udara yang selalu berhembus dan tak ada yang bisa menghentikannya walau sekejap mata. Namun dengan kebodohanku, dan ketidaktahuanku telah ku biarkan waktu itu berlalu dengan hal yang sia-sia. Hingga akhirnya, rasa yang selalu datang pada akhir waktupun ku rasakan, yaitu rasa sesal di hati. Aku berusaha beranjaak dari sesal itu dan  tak ku biarkan rasa itu berada terlalu lama. Kaki ini terus ku langkahkan hingga tanpa ku sadari aku seperti  menemukan diriku yang baru, yang dulu tak pernah ku ketahui. Dan bahkan Aku yang tak pernah berfikir akan menjadi aku yang sekarang. Perubahan-perubahan pun terus ku alami seiring waktu. Dan aku menemukan semua perubahan itu di bangku kuliah dan lebih tepatnya lagi ketika aku mengenal MT AL KAHFI.
Pada awalnya, tak ada hal yang membuatku tertarik, namun karena ajakan dari seorang temanku akhirnya akupun ikut mendaftar di organisasi itu. Dengan kebingunganku ku ikuti semua kegiatan yang dilakukan di organisasi itu dengan seribu pertanyaan yang berada di otakku seperti “ini organisasi apa?, apa yang harus kulakukan diorganisasi ini? dan lain-lain. Ditambah lagi dengan penempatanku sebagi staff usari menambah kebingunganku. Dan pada akhirnya waktu menjawab semua pertanyaanku.
Kini aku tahu apa yang harus ku lakukan. Ternyata ada segudang hal yang dapat kupelajari dalam organisasi ini.   Terus ku ikuti arus itu, berharap akan ada lebih banyak hal yang akan ku pelajari. Hingga pada akhirnya aku diberikan amanah yang cukup besar. Aku menjadi co usari menggantikan co sebelumnya. Walaupun aku menjadi co disetengah kepengurusan dengan proker-proker yang sebagian besarnya sudah terlaksana, namun masih banyak kendala yang ku alami. Pada awalnya, aku bertanya pada diriku, kenapa amanah ini diberikan kepadaku? Aku merasa amanah ini tidak cocok dan terlalu berat buatku.

Tapi ketika ku tahu urgensi amanah itu dan kepercayaan dari co, cokep dan kakak-kakak  yang lain bahwa aku pasti bisa membuatku berani mencoba dan kujalani amanah itu. Amanah yang mulai kupikul diakhir liburanku.  Waktuku pun mulai banyak tersita dibandingkan saat aku menjadi staff dan pukul 6.15 ke kampus itu sudah menjadi hal biasa bagiku. Seperti biasa, jika tak ada masalah dalam hidup maka itu berarti tak ada kehidupan, sama seperti amanahku. Seiring waktu aku mulai merasakan masalah-masalah saat aku menjadi co seperti tak ada staff saat syuro, sebagian proker terhenti dan lain-lain. Kebingunganpun mendatangiku, dan pertanyaan lain muncul diotakku “apakah karena aku menjadi co hingga akhirnya banyak staff yang hilang dan ada proker yang terhentikan?” ataukah karena kurangnya informasi yang kuberikan kepada staff maupun yang lainnya?”. Aku merasa tak ada yang membantuku, apalagi kakak-kakak dan mantan co yang dulu yang terlalu sibuk dengan urusannya, hingga tak pernah kurasakan lagi ukhuwah mereka.
Disinilah titik jenuh yang ku alami. Aku merasa  sendiri meskipun kami bersama. Dan bahkan keinginan untuk menghindarpun terbesit di otakku, tapi karena ada seorang teman yang berkata, “ukhty jangan mau menjadi orang tergantikan”. Pernyataan simple yang membuat aku mulai mengingat bagaimana orang-orang yang dulu digantikan dan disaring oleh waktu. Beranjak dari kebingunganku dan akhirnya waktu menjawabnya lagi.  Kini aku mengerti dan memahami, kalau mereka mungkin mempunyai amanah lain yang lebih besar dari amanahku, dan sesuai dengan pernyataan seorang ustadzah yang mengatakan “ jika tidak ada orang yang dapat kamu contoh maka berusahalah menjadi orang yang dicontoh”. Iya, hanya membutuhkan sedikit waktu hingga akhirnya aku menjadi seperti ini. Hingga tanpa disadari, waktu kepengurusanku tinggal menghitung hari saja. Lalu apa yang akan aku tinggalkan dikepengurusanku? Iya, pertanyaan singkat diotakku. Namun ku biarkan pertanyaan itu berada diotakku untuk menjadi penyemangat di akhir kepengurusanku, karena aku yakin, apapun yang akan aku tinggalkan, itulah yang terbaik. Satu kata yang ingin kulakukan yaitu totalitas. Totalitas hingga terbentuk kader yang berkualitas.
Sungguh kertertarikanku pada organisasi ini semakin besar meski rasa itu muncul ketika aku sudah berada didalamnya. Aku menemuhkan kehangatan, kebersamaan dan cinta dalam dekapan ukhuwahnya. Aku tak mau berpaling dari sini. Aku tak mau menjadi orang yang tergantikan dan aku tak mau menjadi orang yang disaring oleh waktu. Meski waktu dan teman-temanku mencoba menarik ragaku untuk berpaling tapi jiwaku akan tetap kuusahakan disini. Tetap bersama orang-orang yang selalu berada dijalan-Nya. Dan kubiarkan  waktu merentangkan sayapnya, memilih orang-orang yang mempunyai keinginan untuk bertahan, namun tak akan kubiarkan orang-orang yang berada disekitarku menjadi sala satunya. Mudah-mudahan Allah tetap memberikan keistiqomahan itu padaku dan orang-orang di organisasiku walau kami akan berpisah nantinya hingga akhir waktu. AllahuAkbar.

Oleh: Ukhty Muliana