Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Kamis, 23 September 2010

Menguak Sejarah Ilmu Kentut, Flatologi [Bagian 2]

Perkembangan flatologi dimulai dengan meneliti gas perut orang sehat, tentang jumlah maupun campuran gasnya.
oleh: Catur Sriherwanto

Di tulisan bagian ke-1 sebelumnya telah diuraikan bagaimana penelitian tentang kentut berawal dari datangnya seorang pasien penderita kentut berlebihan kepada Dr. Levitt di tahun 1976. Sang pakar yang di kemudian hari digelari “Dokter Kentut” ini tidak mampu menanggapi data mengenai gas perut yang dicatat oleh si pasien itu sendiri selama dua tahun terakhir. Ini karena sang dokter tidak memiliki data serupa untuk orang sehat sebagai bahan perbandingan.

Dr. Levitt tidak mampu memutuskan apakah sang pasien menderita penyakit pencernaan atau tidak, lantaran data perilaku gas perut untuk orang sehat belumlah ada kala itu. Inilah yang mendorong penelitian dalam rangka mengumpulkan informasi ilmiah mengenai seluk beluk kentut orang sehat.

Gasnya orang sehat


Dalam rangka meneliti gangguan buang angin berlebihan, aneka pengetahuan dan data seputar gas perut yang wajar, yang ada pada orang sehat, perlu didapatkan. Maka mulailah sang dokter mengumpulkan tujuh orang relawan yang diminta melakukan pembukuan mengenai seluk beluk gas hembusan bagian bawah tubuh mereka. Setidaknya selama sepekan mereka diperintahkan mencatat seberapa sering mereka melakukan pelepasan gas usus, dan kapan letupan itu terjadi.

Ketika data kentut relawan sehat itu telah terkumpul, menjadi jelaslah bahwa perilaku buang angin ketujuh orang relawan itu berbeda dengan sang pasien. Para relawan melepaskan gas perutnya rata-rata 13,6 kali per hari, tanpa perbedaan statistik nyata dikarenakan usia, jenis kelamin atau perbedaan lain. Bahkan angka tertinggi pelepasan kentut orang normal pun kurang dari 20 kali per hari. Jadi angka ini benar-benar jauh lebih rendah dari yang dialami sang pasien, yakni 34 kali per hari. Artinya sang pasien memang mengalami ketidakwajaran, alias mengidap gangguan kesehatan.

Namun data yang sebatas pada tingkat keseringan dilepaskannya hawa perut ini tidaklah cukup. Diperlukan data tambahan mengenai besaran atau volume gas yang dihembuskan oleh salah satu lubang bawah manusia itu pada setiap kali semburan.  Melalui selang yang terhubungkan dengan anus dan tabung suntikan, maka diperoleh besaran volume gas kentut untuk ukuran orang normal.

Orang ukuran rata-rata membuang angin perutnya sebanyak 500 hingga 2.000 mililiter per hari, kata Dr. Levitt. Jika dihitung,  maka didapatkan angka rata-rata 35 hingga 90 untuk sekali semburan. Dibandingkan dengan angka normal ini, maka pasien yang sedang ditangani sang dokter itu ternyata memang memuntahkan gas perut melebihi ambang batas kewajaran, yakni mencapai angka rata-rata 5.520 mililiter per hari, atau 162 mililiter setiap kali buang angin.

Gara-gara  1%

Dari pembandingan data mengenai tingkat keseringan dan volume gas, jelas bahwa sang pasien memang mengalami gangguan kesehatan. Namun sebelum melakukan penanganan kepada pasien itu, Dr. Levitt sadar bahwa ia mesti melakukan pengkajian lebih lanjut, yakni bukan sekedar mengenai jumlah gas kentut, tapi juga unsur-unsur alias komposisi atau mutu gas kentut itu.

Menariknya, berdasarkan telaah yang dilakukan Dr. Levitt pada gas perut yang berhasil ditangkap dan dikumpulkan, gas ini ternyata dapat pula tidak berbau. Sekitar 99 persennya adalah karbon dioksida, hidrogen, nitrogen, oksigen, dan metana. Gas-gas ini telah dikenal luas dan sama sekali tidak berbau. Kebanyakan gas ini berasal dari gas yang kita telan tanpa sengaja di saat memakan makanan atau gas yang dibebaskan oleh makanan saat makanan itu tercerna di saluran pencernaan manusia.

Lalu untuk gas beraroma tidak sedap, dari mana sumber bau itu? Ternyata 1% sisanya itulah yang menyumbangkan biang aroma busuk pada keseluruhan gas keluaran manusia tersebut. Gas yang jumlahnya sekedar 1% ini memang benar-benar berbeda, dan berasal dari sumber yang sangat lain pula. Bagaimanakah kisah awal mula kemunculan gas beraroma tidak sedap itu?

Sampah gas

Sebagaimana makhluk hidup lain, tubuh manusia menjadi tempat hunian jutaan mikroorganisme yang hidup pada rambutnya, pori-porinya dan bahkan di dalam organ tubuh bagian dalamnya. Salah satu tempat di mana terdapat banyak sekali mikroba ini adalah saluran pencernaan manusia, dan jenis mikroba paling terkenal adalah E. coli, di samping kerabatnya lain yang kurang tenar, yakni Klebsiella dan Clostridium.

Semua makhluk hidup ini menghuni sebagian besarnya di usus besar, yakni bagian usus yang paling dekat dengan lubang anus. Di sini, mikroba ini menguraikan dan memakan makanan-makanan yang belum tercerna di saluran makanan bagian atasnya. Ketika mengonsumsi makanan tersebut, sang mikroba lalu membuang sampah pula yang berupa gas. Gas-gas ini ada yang mengandung unsur belerang seperti dimetil sulfida dan mentantiol. Kedua gas ini memiliki bau tidak sedap.

Ketika terkumpul hingga jumlah tertentu, maka gas limbah yang dihasilkan mikroba ini akan disemburkan keluar bersama-sama dengan gas-gas lainnya yang ada di usus besar. Meskipun ada dengan kadar teramat sangat rendah dibandingkan gas selebihnya yang tidak berbau, gas busuk ini mampu memberi aroma tidak bersahabat pada keseluruhan campuran gas yang dilepaskan anus. Ini menjadi saksi betapa unsur gas biang bau itu memiliki tingkat kebusukan luar biasa, serta membuktikan pula betapa hebatnya kepekaan hidung ciptaan Allah yang mampu dengan segera mengenali keberadaannya.

Namun tidak semua peristiwa letusan gas perut berdampak penyebaran bau tidak sedap di sekeliling. Dengan kata lain, sebagian orang leluasa menghembuskan hawa perutnya yang nyaris tak beraroma sekehendak hati tanpa ada yang tahu. Namun sebagian lagi melepaskan gas buangannya dengan bau yang bahkan tidak kuasa ditahan hidungnya sendiri. Lalu, apa yang menyebabkan perbedaan ini, dan juga perbedaan-perbedaan lain, misalnya dalam hal keseringan dan volume gasnya? (bersambung)

Sumber: Hidayatullah,com

Rabu, 22 September 2010

Software Test Buta Warna

test buta warna

Software test buta warna ini cocok untuk digunakan oleh Anda yang hendak mendaftar pada Universitas atau Institut Kemiliteran, karena Anda akan diperiksa apakah Anda mengalami kebutaan warna atau tidak. Oleh sebab itu, Anda dapat menggunakan software berformat flash ini untuk simulasi test kebutaan warna tersebut.


Mungkin Anda merasa heran, kenapa saya menaruh label usil pada software test kebutaan warna ini. Mungkin Anda berpikir seharusnya software ini diberi label kesehatan, test, uji kemampuan, dll. Jika Anda penasaran dan ingin tahu apa sebabnya, silahkan Anda cari tahu sendiri dengan mendownload dan menguji sendiri software yang satu ini.



Download Softwarenya dibawah ini:
Photobucket

Semoga berguna dan bermamfaat...
Sumber: Mampirbro.blogspot.com

Menguak Sejarah Ilmu Kentut, Flatologi (Bagian 1)

Tak banyak yang tahu sejarah ilmu kentut. Padahal, bidang itu kini diteliti serius ilmuwan mancanegara.


oleh: Catur Sriherwanto

Tertawa, tersenyum, atau perasaan geli. Barangkali itu yang muncul seketika dalam diri seseorang saat mendengar kata atau bunyi kentut, gas buangan anus. Setelah itu, orang mungkin melupakan begitu saja bahasan ini, dijadikan bahan tertawaan dan senda gurau lebih lanjut atau bersikap biasa saja. Seolah barang yang satu ini tercipta sebagai benda biasa, atau bahkan barang cemoohan, senda gurau, main-main, sehingga terkesan tanpa makna atau memiliki arti buruk.

Namun, benarkah demikian? Jika Pencipta gas perut itu adalah Sang Mahakuasa, Maha Berilmu dan Maha Sempurna, Yang mencipta setiap sesuatu untuk tujuan pasti yang serius dan bukan untuk main-main, maka sudah pasti sikap mudah mencemooh barang seperti kentut tidaklah tepat. Sebab, itu berarti mencemooh salah satu ciptaan Allah yang Dia ciptakan dengan segenap kesempurnaan dan kehebatan luar biasa. Dan Allah Yang Mahaluas ilmu-Nya menciptakan segenap ciptaan-Nya bukan untuk tujuan agar dicemoohkan manusia yang pengetahuannya tidak seberapa itu.

Kesempurnaan serta pengetahuan tak terbatas seputar kentut hanya akan didapati orang-orang yang mau menggunakan akalnya dan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk meneliti gas perut itu. Sebaliknya, kelalaian mensyukuri nikmat akal dan pikiran, akan membuat orang mudah terlena, tidak menggunakan akalnya sebagaimana mestinya dengan perilaku tidak serius dan tidak tepat. Bahkan ada yang sampai menjadikan kentut sebagai bahan olok-olok atau tertawaan.

Uraian di bawah ini mengisahkan sejarah ilmu kentut, atau yang diistilahkan sebagai Flatologi (Flatology, the science of flatulence). Kemunculan dan perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhubungan dengan gas keluaran usus ini menjadi saksi akan segudang hal luar biasa dari kentut, beserta ilmu dan pengetahuan mahaluas dari sang Penciptanya. Di samping itu, banyak pelajaran baik darinya yang dapat dijadikan panutan, di antaranya agar manusia tidak mudah meremehkan ciptaan Allah apa pun, bahkan seremeh kentut.


Sang dokter kentut

Sejarah modern ilmu kentut tidak dapat dilepaskan dari sang perintisnya, Dr. Michael D. Levitt. Dr Levitt digelari “Dokter Kentut”, karena dialah salah seorang pakar terkemuka dunia di bidang ilmu pengetahuan tentang gas perut itu. Lebih dari 250 tulisan ilmiah mengenai kentut telah terbit di jurnal-jurnal kedokteran, di mana Dr. Levitt sebagai penulis utama atau pendamping.

Dr. Levitt adalah seorang ahli gastroenterologi yang tercatat bekerja di the Veterans Affairs Medical Center, Minneapolis, Amerika Serikat. Gastroenterologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari sistem pencernaan makanan dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengannya. Tak heran jika kentut erat sekali kaitannya dengan bidang ini pula. Kentut adalah sebuah nikmat luar biasa yang diciptakan pada manusia, yang dengannya tubuh membebaskan usus besar dari gas-gas yang tak dikehendaki dan menghilangkan tekanan yang tak diinginkan dari dalam usus.


Berawal dari kentut bermasalah

Kisah asal mula kemunculan ilmu kentut bukanlah sesuatu yang sengaja dirancang dari awal. Suatu ketika pada tahun 1976 Dr. Levitt didatangi oleh seorang pasien yang selama 5 tahun telah menderita kelainan berupa kentut berlebihan. Sejak tahun 1971, sang pasien yang kala itu berusia 28 tahun mengaku telah melepaskan gas perut dalam jumlah berlebihan, jauh melebihi yang sebelum-sebelumnya.

Ini bukan sekedar pengakuan lugu sang pasien. Lebih dari itu, layaknya seorang peneliti, sang pasien mencatat dengan cermat gas keluaran duburnya itu selama 2 tahun belakangan. Ketika catatan ini ia tunjukkan kepada Dr. Levitt, sang dokter pun terkejut. Betapa tidak, berdasarkan data kentut itu, sang pasien menyemburkan gas perutnya 34 kali perhari, bahkan beberapa hari bisa mencapai 40 kali.

Dr. Levitt ternyata tidak kuasa menanggapi data-data kentut yang diperlihatkan sang pasien itu. Mengapa? Sederhana saja, sang dokter tidak memiliki data mengenai kentut pada orang sehat atau normal. Sehingga dia tidak dapat membandingkan tingkat keseringan kentut sang pasien itu dengan tingkat keseringan kentut pada orang sehat. Jadi, sudah pasti sulit mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa si pasien itu sehat atau sakit, mengalami kelainan atau tidak mengidap penyakit. Ini karena sang dokter tidak tahu, bagaimana data-data kentut seperti itu kalau pada orang sehat

Untuk mencari jalan keluar, Dr. Levitt pun lalu merekrut sejumlah orang sehat untuk mengumpulkan data-data penting mengenai kentut mereka (bersambung).

source :Hidayatullah.Com

Menghitung Nikmat Rambut

Di salah satu klinik penanaman rambut di Hongkong, untuk menanam sehelai rambut membutuhkan dana sebesar $ 20 (HKD). Pernahkah kita mensyukuri atas karunia rambut yang diberikan Allah pada kita? Oleh: Syaefudin*

Ada yang menganggap bahwa rambut adalah mahkota. Oleh karenanya, tak aneh jika banyak orang mengidamkan kepala yang terus ditumbuhi rambut. Sesekali, mereka berkunjung ke salon khusus rambut. Bahkan, ada pula yang berkala mengunjungi salon untuk sekedar menata dan memanjakan penampilan mahkota kepalanya.

Di sisi lain, ada juga yang bersikap biasa saja terhadap setiap helai rambut di tubuhnya. Mereka acuh, atau bahkan bersikap biasa saja dengan rambut yang dipunya. Tak ada waktu rutin ke salon, apalagi berkeramas khusus dengan tujuan merawat mahkota kepala.

Terlepas dari itu semua, pernahkah kita menghitung berapa besar nilai setiap helai rambut yang Allah berikan? Jadi, tak hanya merawat dan menjaga rambut agar tetap tumbuh serta elok dipandang mata. Apalagi, membiarkan begitu saja nikmat fisik yang Allah amanahkan kepada manusia. Namun, hendaknya kita mencoba menghitung berapa nilai karunia Sang Pencipta dari hanya helaian rambut di setiap jengkal kulit manusia. Dengan itu, harapannya manusia lebih bisa bersyukur dengan setiap pemberian Rabb-nya.

Sejatinya, untaian rambut di kepala bukan sekedar mahkota. Ia juga berguna sebagai pelindung tubuh, khususnya kulit kepala dari bahaya sinar ultraviolet. Setidaknya, itulah hasil penelitian ilmuwan Australia baru-baru ini.

Harga Helai Rambut

Rambut, sebagai pelindung tubuh dari panas sekaligus pemanis rupa manusia adalah nikmat Allah yang tak terkira. Betapa tidak, bila dihitung harga setiap helainya maka yang ada malah manusia akan tercengang lantaran besarnya jumlah ‘kekayaan’ yang Sang Pencipta titipkan kepada mereka.

Penghitungan paling mudah yaitu membandingkan sejumlah rambut yang dimiliki, misalnya di kepala, dengan harga seutas rambut dan biaya penanamannya ke kulit manusia. Pencangkokan tersebut merupakan salah satu cara mutakhir untuk memperbaiki penampilan. Para pakar membuat dan mengembangkan teknologi penanaman rambut bagi siapa saja, baik yang berkepala botak maupun yang hanya ingin melebatkan rambut.

Di salah satu klinik penanaman rambut di Hongkong, untuk menanam sehelai rambut membutuhkan dana sebesar $ 20 (HKD). Bila ditukar dengan nilai rupiah, setiap rambut dihargai Rp 25.459 (data Bank Indonesia pada 20 Oktober 2009). Itu hanya biaya pembelian seutas rambut, belum biaya jasa konsultasi dokter, uji pemeriksaan awal, dan pengobatan.

Bila jumlah rata-rata rambut yang dimiliki manusia normal sebanyak 80 helai/cm2 kulit kepala (orang Asia) atau 120 helai/cm2 kepala (orang Eropa), paling sedikit uang yang harus disiapkan untuk penanaman rambut sekitar Rp 2.036.720 sampai Rp 3.055.080 untuk setiap cm2-nya. Atau, jika rata-rata kepala manusia normal mengandung 100.000 utas rambut berarti setiap orang harus membayar sejumlah Rp 2.545.900.000 atau sekitar 2.5 Milyar! SubhaanaLlaah.

Nilai tersebut lebih mengejutkan bila melihat kenyataan, bahwa rambut manusia ternyata tak hanya tumbuh sekali seumur hidup. Namun, bisa berulang kali. Bayangkan saja, bila setiap 10 tahun sekali rambut tersebut rontok semua dan harus ditanam ulang, maka berapa banyak uang yang perlu dibayarkan seseorang berumur 60 tahun?

Belum lagi jika orang tua memiliki anak, dan ketika anak lahir diwajibkan membayar biaya penanaman rambut. Bayangkan jika anaknya 2, 3, 4 atau lebih, maka berapa triliun yang perlu disiapkan? Ini sekedar rambut di kepala, belum di alis, bulu mata, dan tempat lainnya.

Syukuri Nikmat Allah

Demikianlah perhitungan karunia Allah hanya dari utasan rambut, belum yang lainnya. Sungguh besar kasih sayang-Nya sehingga tak sepeser pun dikeluarkan manusia untuk mendapatkan mahkota penghias raga. Maka sepatutnyalah manusia berterima kasih atas pemberian nikmat yang tak pernah ia minta ini, namun begitu saja diberi lantaran kasih sayang Allah yang tak terbatas pada manusia. Sebaliknya tidaklah pantas manusia yang lemah bersikap congkak di dunia.

Andai saja manusia mau berpikir dengan keagungan dan kemurahan Sang Pencipta, niscaya ia akan terus bersyukur dan senantiasa menghiasi diri dengan amal ibadah. Hal ini telah Allah ingatkan dalam Al Qur’an: “Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”. (QS. Az Zumar 39:66)

Bagi manusia yang telah mengerti akan besarnya pemberian Allah, lalu diikuti syukur atas apa yang diterimanya maka Sang Pemilik nikmat akan tambahkan lagi karunia lainnya sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim 14: 7).
 Ilustrasi :wikipedia.org
Penulis adalah Asisten Dosen Metabolisme di Departemen Biokimia, FMIPA-IPB.


Referensi:

1.     Dr. Bertram Medical Hair Transplant Center (2009). Our Pricing Policy. Hairtransplant.hk, June, 2009. (http://www.hairtransplant.hk/price.htm, terkunjungi pada 29 Juli 2009).

2.     P&G Beauty Science. Hair Facts. Pg.Com, July, 2009. (http://www.pg.com/science/haircare/hair_twh_23.htm, terkunjungi pada 30 Juli 2009).

3.     Alvio P. Parisi et al. 2009. Solar Ultraviolet Protection Provided by Human Head Hair. Photochemistry and Photobiology, 85: 250–254.

Selasa, 21 September 2010

24 Rekor Dunia Yang dipegang ama Indonesia !! Orang indonesia wajib baca




http://buddysurvey4u.com/world-hotel/asia/hotel-in-indonesia/Indonesia_flag.png

Indonesia kita sungguh kaya. Indonesia kita sungguh mempesona. Indonesia adalah negeri dimana semua kekayaan alam ada padanya. Mau strawberry ada, mau susu ada, mau tahu tempe, mau bakso, mau soto, mau rawon, semuanya pun ada. Minyak bumi ada, batu bara ada, gas alam juga ada, lagi-lagi semuanya ada. Namun ada satu hal yang perlu kita cermati bersama, mengapa dengan kekayaan alam yang sebegitu luar biasa dan kaya berlimpah, bangsa kita masih belum bisa menjadi bangsa yang merdeka seutuhnya.

Adakah rahasia di balik ini semua? Apakah karena korupsi, apakah karena mentalitas bangsa kita yang kurang luar biasa? apakah karena etos kerja kita yang kurang menggelora? ataukah karena kita kurang bersungguh-sungguh dalam berimajinasi, kurang bersungguh-sungguh dalam berbicara, kurang bersungguh-sungguh dalam berbuat dan bekerja?

Apapun itu sebabnya, apapun itu asal mulanya, saya secara pribadi yakin dan percaya. Indonesia akan kembali mengaum, kembali menjadi juara, kembali menjadi yang terbaik di seluruh dunia. Baik perekonomiannya, pariwisatanya, olahraganya, wisata kulinernya, semuanya. Oleh karenanya kawan, mari kita saling bekerjasama, berkarya, dan bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga. Berikut adalah 20 Rekor Dunia yang sampai detik ini masih dipegang oleh Indonesia kita, mudah-mudahan ada manfaatnya, mudah2an bisa membuka mata dan hati kita semua, betapa luar biasanya Indonesia kita :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy6YTO4cbtx46Rwqn7KXwk0V6Wb4opV9qBqo-qwr2QooyuNktXwHyxszBefyxIs6Mos6xkh11hoHY71wv0D0GzWpesHMVqBzLsemumEjJ3MX_ZYSlvthfMBP5D4_D6cCipWD5chIjZCig/s760/peta-indonesia+1.jpg

1. Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni).

2. Ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu : Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

3. Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km atau hampir 25% panjang pantai di dunia.

4. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di dunia dimana sekitar 60% hampir penduduk Indonesia (sekitar 130 jt) tinggal di pulau yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah RI.

5. Negara dengan suku bangsa terbanyak di dunia. 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.

6. Bahasa daerah terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.

7. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.

8. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km.. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).

9. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.

10. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.

11. Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.

12. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).

13. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia).

14. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg),

15. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% pasar dunia.

16. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

17. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species..
18. Biodiversity Anggrek terbesar didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang
terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.

19. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat untuk mencegah pengikisan air laut/abrasi.

20. Binatang purba yang masih hidup : Komodo yang hanya terdapat di pulau Komodo, adalah kadal terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 3 meter dan beratnya 90 kg.

21. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.

22. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip *Censored dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.

23. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.

24. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.





sumber :http://takunik.blogspot.com/2010/09/24-rekor-dunia-yang-dipegang-ama.html