Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Minggu, 23 Maret 2014

Seputar kegiatan MT AL-KAHFI 3



3. KRS {Kajian Rabu Sore}

 


              KRS merupakan program kerja dari departemen syi’ar Mt. Al-Kahfi yang diadakan setiap hari rabu sore di Mushalla Baabul ‘Ulum FKIP UNRAM. Adapun tujuan dari dilaksanakan KRS ini adalah untuk mengetahui bagaimana menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Pada bulan maret ini, KRS sudah dilaksanakan sebanyak 2 kali.

         Yang pertama, tema yang diambil adalah “Semester Baru, Semangat Berprestasi” bersama ust. Fauzan, ketua LDK Baabul Hikmah Universitas Mataram 2O14. Beliau menyampaikan tentang bagaimana berharganya waktu itu, dan bagaimana menyeimbangkan antara kehidupan akademik dengan organisasi.




              Yang kedua, tema KRS yang diambil adalah “Prestasi Vs Pasangan” bersama Ust. Alimin, S.Pd. Materi yang disampaikan sangat cocok dengan keadaan umat manusia pada zaman sekarang ini. Beliau mengatakan bahwa: “berpacaran itu boleh, dengan syarat: 1. Cari tempat yang tidak bisa dilihat oleh Allah SWT. 2. Cari tempat yang bukan merupakan ciptaan Allah SWT. Dan masih banyak lagi hal-hal yang disampaikan oleh beliau. 
Alhamdulillah, selama pelaksanaanya, banyak mahasiswa yang hadir dan mengikuti acara ini sampai selesai.
Selamat menikmati!!! :D





 

Seputar kegiatan MT AL-KAHFI 2



2. Staffing Kepengurusan MT Al-Kahfi 2O14


         Staffing ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh departemen kaderisasi. Program kerja ini, bertujuan untuk memilih siapa-siapa yang akan menjadi coordinator dan staff setiap departemen dan biro di MT Al-Kahfi. Staffing ini dilaksanakan pada hari ahad, 26 januaru di Lapangan Rektorat. Adapun yang mengisi materi pada acara tersebut adalah saudara Dedi Kurniawan {DPO LDK Baabul Hikmah Unram}.  Adapun hasil dari Staffing itu antara lain : 


1. Departement Kaderisasi
a. Abdurrahman Ahmad{Co.Ikhwan}
b. Siti Sapinah {Co. Akhwat}
2. Departement Mentoring
a. Masril Asril {Co.Ikhwan}
b. Lina Rahmatika P {Co. Akhwat}
3. Departement syi’ar
a. Arif Mann{Co.Ikhwan}
b. Alfi Syahrin {Co. Akhwat}






 





Seputar kegiatan MT AL-KAHFI

1. Musyawarah Umum {Musyum MT Al-Kahfi 2014)


Udah pada tau nggak ketua umum MT Al-Kafi 2O14? Hmm… Siapa ya? Dari pada penasaran, yuk simak sama-sama…!!
        Musyum merupakan salah satu program kerja tahunan kaderisasi. Dimana program ini dilaksanakan untuk menentukan siapa yang akan menjadi ketua umum MT Al-kahfi di kepengurusan selanjutnya. Pada acara musyum 2O14 kemarin, telah terpilih  saudara Mulyono Putra dari program studi bahasa inggris reguler pagi angkatan  2O12 sebagai ketua Umum Mt. Al-Kahfi’14.  berikut beberapa rangkaian acara yang di laksanakan pada acara musyawarah umum tersebut diantaranya adalah seminar kepemimpinan yang disampaikan langsung oleh kak Sony Ariawan {Mawapres 2O11} yang diadakan pada tanggal 25 Januari 2O14 di aula gedung D FKIP UNRAM. 





 


Jumat, 14 Maret 2014

Sedikit mengupas tentang syi'ah....

Kalau kita lihat nama Syiah, dari segi bahasa arab ia bermaksud penyokong serta teman atau pengikut. Tapi yang lebih penting adalah dari segi istilahnya; ia merujuk kepada kumpulan manusia atau fahaman yang mengangkat Saidina Ali bin Abi Talib radhiyallahu ‘anh melebihi para Sahabat yang lain, khususnya di dalam masalah khalifah, di mana mereka mengatakan bahawa Saidina Ali yang paling layak menjawat jawatan khalifah sesudah kewafatan junjungan besar kita Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam.
Mereka menolak ketiga-tiga khalifah yang datang sebelum Sayyidina Ali, karena Sayyidina Ali adalah khalifah keempat selepas Abu Bakar, Omar Al-Khattab, dan Othman bin Affan. Mereka menolak ketiga-tiga khalifah ini dengan menganggap mereka telah memikul jawatan khalifah itu secara tidak sah, bahkan secara zalim.
Ini defenisi orang Syiah. Mereka mengangkat Ali, bahkan menganggap hanya keturunan Ali saja yang layak untuk memegang jawatan Khalifah.
Ringkasnya, Syiah memperkatakan sesuatu yang tidak layak serta merendahkan kedudukan khulafa al-Rasyidin, para sahabat dan sebagian isteri-isteri Nabi SAW. Inilah perkara pokok yang membedakan golongan Syiah daripada golongan-golongan Islam yang lain terutamanya Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Ulama terkenal, Syeikh Sa’id Hawwa dalam sebuah risalahnya berkaitan Syiah menerangkan beberapa penyelewengan mereka.
Perkara-perkara tersebut adalah seperti berikut :
Pertama : Syiah percaya bahwa para imam mereka adalah maksum sehingga bebas daripada dosa atau tidak berdosa. Menurut Syiah lagi, para Imam Syiah bebas daripada kesalahan, ghaflah (lalai) dan lupa sama ada dengan sengaja atau tidak sengaja serta kedudukan imam itu mengatasi kedudukan kenabian.

Perkara ini menurut ulama Syiah adalah ijmak atau kesepakatan golongan terdahulu dan terkemudian Syiah. Oleh karena itu para imam Syiah mempunyai kuasa mutlak dan hak serta pemilihan dalam menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

Kedua : Syiah percaya bahawa al-Quran yang wujud di tangan kaum muslimin pada hari ini telah mengalami perubahan. Perkara ini diakui oleh ulama mereka seperti al-Kulaini dan Muhammad Baqir al-Majlisi dalam karangan mereka. Syiah mendakwa mereka memiliki al-Quran yang disebut sebagai “Mashaf Fatimah” dan tiga kali lebih banyak daripada al-Quran yang kita miliki.

Lihatlah bagaimana orang Syiah menganggap bahwa Al Quran yang ada di tengah-tengah kita belum sempurna. Mereka menyatakan bahawa hanya Ali bin Abi Talib yang boleh mengumpulkan Al Quran.

Secara langsung orang Syiah telah membantah firman Allah SWT :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Maksudnya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-redai Islam itu jadi agama bagimu.” (Surah Al Maidah ayat 3).

Ayat ini menunjukkan bahawa Islam telah sempurna, begitu pula Al Quran.
Ketiga : Syiah tidak mengiktiraf hadis-hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh kebanyakan para sahabat seperti Abu Hurairah r.a, Samrah bin Jundub r.a, Amr bin al-Ass r.a. dan sebagainya. Syiah juga menolak hadis-hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Saidatina Aisyah r.ha.
NA'UZUBILLAH ...

Kamis, 13 Maret 2014

ORANG YANG TERAKHIR MASUK SURGA

          Dari Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya yang terakhir kali masuk surga adalah seseorang yang berjalan di atas shirath, sesekali terpeleset, berjalan dan sesekali api menghanguskannya. Ketika telah melewati shirath, ia menoleh kepadanya seraya berkata; Maha Suci Yang telah menyelamatkanku darinya, sungguh Allah telah memberiku apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun dari awal sampai akhir." 

           Beliau melanjutkan: "Lalu sebuah pohon diangkat untuknya, ia pun melihatnya seraya berkata; Wahai Rabbku, dekatkanlah pohon ini hingga aku dapat bernaung di bawah naungannya dan meminum airnya. Maka Dia berfirman: Wahai hambaKu, semoga selalu kepadaKu, jika Aku dekatkan pohon itu kepadamu, maka kamu akan meminta yang lain kepadaKu. Ia pun berkata; Tidak wahai Rabbku. Dan ia membuat perjanjian kepada Allah untuk tidak meminta yang lainnya kepadaNya sedangkan Rabb adalah Maha Perkasa lagi Maha Tinggi, Dia mengetahui bahwa ia akan meminta kepadaNya karena ia melihat sesuatu yang membuat ia tidak bersabar atasnya. Maka pohon itu didekatkan kepadanya kemudian diangkat pohon yang lebih indah dari pohon itu untuknya. Ia pun berkata; Wahai Rabbku, dekatkanlah pohon itu kepadaku hingga aku dapat bernaung di bawah naungannya dan meminum airnya. Maka Dia berfirman: Wahai hambaKu bukankah kamu telah membuat perjanjian kepadaKu bahwa kamu tidak akan meminta yang lainnya kepadaKu. Ia berkata lagi; Wahai Rabbku, yang ini aku tidak akan meminta yang lainnya kepadaMu, dan ia pun membuat perjanjian kepadaNya, sedangkan Allah mengetahui bahwa ia akan meminta yang lainnya kepadaNya. Maka pohon itu pun didekatkan kepadanya, lalu diangkatlah sebuah pohon di dekat pintu surga yang lebih indah dari pohon itu untuknya. Ia pun berkata; Wahai Rabbku, dekatkanlah pohon ini hingga aku dapat bernaung di bawah naungannya dan meminum airnya. Maka Dia berfirman: Wahai hambaKu, bukankah kamu telah membuat perjanjian kepadaku untuk tidak meminta yang lainnya kepadaKu? Ia pun berkata; Wahai Rabbku, pohon ini saja, aku tidak akan meminta yang lainnya kepadaMu, dan ia membuat perjanjian kepadaNya sedangkan Rabb mengetahui bahwa ia akan meminta yang lainnya kepadaNya karena ia melihat sesuatu yang membuat ia tidak bersabar atasnya. Maka pohon itu didekatkan kepadanya lalu ia mendengar suara penghuni surga, ia pun berkata; Wahai Rabbku, surga surga. Maka Dia berfirman: Wahai hambaKu, bukankah kamu telah membuat perjanjian kepadaKu bahwa kamu tidak akan meminta yang lainnya kepadaKu? Ia pun berkata; Wahai Rabbku, masukkan aku ke surga." Beliau bersabda: "Maka Allah Azza wa Jalla berfirman: Apalagi yang harus aku singkirkan darimu sehingga tidak memintaKu lagi, wahai hambaKu? Apakah kamu merasa puas jika Aku memberimu surga dunia dan yang sepertinya sekaligus? Ia bertanya; Apakah Engkau mengejekku sedangkan Engkau adalah Pemilik Kemuliaan?" Perawi berkata; Maka Abdullah tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya kemudian berkata; Tidakkah kalian bertanya kepadaku mengapa aku tertawa? Mereka bertanya kepadanya; Mengapa kamu tertawa? Ia menjawab; Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada kami: "Tidakkah kalian bertanya kepadaku mengapa aku tertawa? Mereka bertanya; Mengapa engkau tertawa wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Karena Rabb tertawa ketika orang itu bertanya, apakah Engkau mengejekku sedangkan Engkau adalah Pemilik Kemuliaan." (HR. Ahmad)