Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Totalitas Berkarya Bersama Dakwah

Majelis Taklim Al-Kahfi

Sabtu, 13 Juni 2015

Al-Kahfi Itu,....

Al-Kahfi itu bukan super man,

tapi Super Team...
Al-Kahfi itu bukan lilin yang membakar diri
Lalu luluh tanpa sisa...
Hilang dalam kegelapan,..
tapi Al-kahfi itu mataharinya FKIP bahkan UNRAM.,
Al-Kahfi menyinari tanpa membakar diri,
Meski ada saatnya hari menjadi gelap...
tapi Bintang akan memberi Keindahan,
Bahkan Bulan akan menyinari jua,...
Al-Kahfi itu bukan Gue, Loe, Dia apalagi Mereka atau Kalian...
Karena Al-Kahfi itu Kita Semua....
Keep Hamasah Ikhwah ^_^

Rabu, 27 Mei 2015

Jumat, 08 Mei 2015

My Home

Untukmu...
Sesaat ketika dulu kita bersenandung bersama, senandung dakwah
Menyanyikan firman firman Ilahiyah
Melangkah bersama selangkah demi langkah mendekat kearifan diri
Bergandeng serta menggandeng yang lain
Saat ini kita yang terpisah dalam dimensi
Jiwa yang saling menyokong
Menolong dan mengompor semangat juang
Terpisah dalam perbedaan dimensi dunia
Namun apa….
Ukhuwah islamiyah akan tetap terpatri dalam kasanah
Kelak bila kita bertemu kembali
Semoga diri ini ataupun dirimu tetap kokoh
Tetap senang bersenandung riang dalam jalan dakwah
Tetap suka mengompor-ngompor
Tetap menjadi lilin yang senantiasa memberi cahaya
Saat kudengar bahwa disini dan disana
Banyak mata senjata yang mengincar jiwa kita


Selayaknya senjata monster Israel memata-matai anak palestina
Senjata yang siap sewaktu-waktu
Menembak tepat diulu tauhid kita
Tepat disasaran aqidah
Mempora- porandakan tatanan akhlaq
Membredel mulianya moral seorang pemuda
Mencabik-cabik lezatnya islam sebagai dien mulia
Geram…!!!
Marah….!!!
Bersiaplah…!!!
Musuh telah berangkat ke medan perang
Jangan tunggu hingga rumah kita tertembus meriam
Jangan tunggu hingga tangan kita terluka
Jangan tunggu aqidah saudara kita tertembus senjata
Segera berangkat kemedan dakwah
Bawa senjata dan pelajari siasat
Agar kita tetap berjaya
                                                                        By: kk Zulia


Senin, 04 Mei 2015

Surat Cintaku, Untukmu Ukhtifillah

Ukhti,….
Jangan pernah melepaskan genggamanmu
Kalaku terjatuh,…
Jangan pernah letih dan bosan,
Dengan semua ceritaku
Jangan pernah jenuh menghapus air mataku,
Kala piluku…
Ya ukhtina,……
Kala tali ukhuwah kita mulai melonggar,
Jangan jemu untuk menghadirkan 1OO1 alasan
Hingga enkau tak sempat memikirkan
satu alasan
Untuk bersho’udzon pada saudaramu…
Ukhti,….
Aku takkan sanggup,
Jika harus menata langkah seorang diri
Bantu aku ukh..!!!
Bantu aku agar tetap mampu
melayangkan langkah Untuk terus bersama
Dalam jalan dakwah yang kita pilih..
Aku rindu, sangat rindu,….
Akan kebersamaan dan kehangatan kita,
Rumah kita seolah sepi,
Mungkin aku yang terlampau merasa.
Namun ini karena ukhibuqifillah ya ukhti…
Uhibbuqifillah ukhti,..
Aku tahu dan sangat tahu
Engkau takkan rela melepaskan
sesuatu yang sama-sama kita cintai
Oleh sebab itu ukhti,
Jangan pernah letih,
 untuk mengeratkan rangkulanmu
Jika aku yang mulai jatuh,
Bantu aku untuk bangkit…
Bukan cinta ukhuwah kita yang dipertanyakan
Namun cinta yang ada di hati-hati kita
Yang hatus kembali dikobarkan,..
Pernahku memilih tuk menghindar
Namun nyatanya,..
Kekosongan itu bukan tertutupi
Malah kian menyisakan pilu,,….
Ukhti,…
Jika aku mulai rapuh,
Jangan segan tuk menamparku
Dengan indah tuturmu..
Ukhti…..
Jangan pernah melepaskan
Ikatan ukhuwah kita!!!!
Ukhti,…
Mari kita sama-sama dalam langkah juang
Untuk mengibarkan semangat
Yang selau berkobar.
Semoga berkah ramadhan,
Senantiasa selalu mewarnai jiwa-jiwa kita…
Semoga masih ada waktu
Untuk kita melakukan reuni
Di Jannah-Nya kelak uhibbuqifillah ya ukhti..
Uhibbuqifillah ukti….






Kamis, 23 April 2015

Al-kahfinya Al-fi




Ada banyak kata yang ingin ana sampaikan
Tapi lidah ini terkadang berasa kelu untuk menuntun jari-jemari
menulis tentang Al-Kahfi
Begitulah, kenangan yang tak tergambarkan dan tak terkatakan
Menulis kenangan bersama Al-Kahfi,
Wajah antunna berseliweran di hadapan mata
Terbayang senyum dan tawa antunna yang bagaikan embun di pagi hari
Yang selalu dirindukan iman yang mulai gersang
Menulis kenangan bersama Al-Kahfi,
Pikiran ini hanya tertuju kepada antunna
Hanya terfikirkan dan terbayangkan antunna
Ukhti,
Ada begitu banyak wajah yang terlihat
Tapi hanya wajah antenna yang senantiasa mendamaikan hati
Yang mengingatkan akan surga
Ukhti,
Ada beribu kebersamaan terjalani
Tapi hanya kebersamaan bersama antunna yang selalu terindukan
Ukhti,
Ada berjuta kerinduan di hati
Tapi hanya kerinduan akan antunna
Yang mampu membuat air mata ini mengalir
Mungkin tidak akan ana temukan lagi persaudaraan layaknya Abu Bakr dan ‘Umar di jaman sekarang
Tetapi dari sana ana inginkan
Ada persaudaraan di antara kita selayaknya mereka bersaudara
Persaudaraan yang hanya mampu dipisahkan maut ketika di dunia
Tetapi disatukan Allah kembali di alam keabadian
Duduk mesra di atas dipan-dipan surga yang bercahaya
Yang mengalir di bawahnya sungai-sungai bermata air surga
Ana uhibbukum fillah
Ya, disinilah, di Al-Kahfi, ana menemukan makna “Cinta Karena Allah”
Islam itu cinta
Dakwah itu cinta
Al-Kahfi itupun cinta :)

BY: Alfi S.